Gelar Razia Rutin, Satpol PP Cegah Peredaran Rokok Ilegal di Kabupaten Kendal

Kasi Opsdal Satpolkar Kendal, Sido Rokhim saat menunjukka empat merk rokok ilegal hasil razia.

 

HALO KENDAL – Peredaran rokok ilegal di Kabupaten Kendal bisa dibilang langka.

Hal ini berdasarkan hasil razia rokok ilegal yang dilakukan oleh Satpol PP Kendal bersama Tim Gabungan sepanjang tahun 2020 ini, hanya menemukan 4 merk rokok ilegal yang dijual di beberapa kios.

Kepala Satpol PP dan Damkar (Satpolkar) Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan, razia rokok ilegal terus dilakukan setiap tahun. Terakhir razia dilaksanakan Selasa (27/10/2020).

“Selama razia, kami hanya menemukan beberapa merk rokok ilegal yang dijual di beberapa kios kecil,” ungkapnya, Rabu (28/10/2020).

Menurutnya, di Kabupaten Kendal, belum pernah ditemukan industri rumahan yang memproduksi rokok ilegal.

“Rokok ilegal yang ditemukan selama razia tahun ini hanya menemukan empat merk. Tahun lalu juga sedikit, hanya lima merk,” terang Toni.

Dikatakan, selama tahun 2020 ini sudah dilakukan sebanyak 30 kali razia di seluruh kecamatan.

Tiap kali razia menyasar sekitar 10 sampai 15 toko atau kios, mulai yang berada di jalur utama maupun masuk ke kampung-kampung.

“Kepada pemilik kios yang menjual rokok ilegal, hanya kami beri peringatan supaya tidak menjual lagi rokok ilegal. Karena yang mempunyai kewenangan penindakan adalah Bea Cukai, maka hasil dari razia dilaporkan ke Bea Cukai Semarang,” jelas Toni.

Sementara itu Kasi Opsdal Satpolkar Kendal, Sido Rokhim menjelaskan, 4 merk rokok ilegal tersebut ditemukan dalam razia di Pegandon ada 1 merk, Plantungan 2 merk, dan Patebon 1 merk rokok ilegal.

“Rokok ilegal tersebut dijual di kios kecil di kampung yang hanya menjual satu atau dua bungkus rokok ilegal saja, dengan sekadar sampel untuk dipajang,” terangnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.