in

Gelar Lapor Semarang Goes to Campus, Diskominfo Sasar Gen Z

Suasana kegiatan Lapor Semarang Goes to Campus di Kampus Undip Semarang yang digelar oleh Diskominfo Kota Semarang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Guna memperluas jangkauan informasi mengenai kanal pengaduan masyarakat dan layanan Darurat Call Center 112, Diskominfo Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan “Lapor Semarang Goes to Campus” pada baru-baru ini. Bekerja sama dengan Program Studi D4 Informasi dan Humas Universitas Diponegoro Semarang di putaran perdana, Lapor Semarang Goes to Campus mengundang antusias mahasiswa Undip.

Mewakili Kepala Diskominfo Kota Semarang, Sub Koordinator Pengelola Aspirasi dan Informasi, Wulan Asih Setyarini mengatakan, bahwa para Gen Z ini merupakan salah satu generasi yang aktif dalam penyebarluasan informasi khususnya di media sosial (medsos). Untuk itu pihaknya datang untuk memperkenalkan kanal–kanal yang dapat digunakan oleh para Gen Z untuk berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Semarang.

“Dengan mengenal kanal Sapa Mbak Ita dan Call Center 112 ini, para mahasiswa lokal dan pendatang dapat memanfaatkannya dalam penyampaian aspirasi serta menyebarkan informasi, agar dapat dimanfaatkan lebih luas lagi oleh masyarakat,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Prodi D4 informasi dan Humas Undip, Agus Naryoso menyambut baik atas kerja sama yang telah dilakukan antara Diskominfo Kota Semarang dan sekolah vokasi Undip, khususnya sarjana terapan informasi dan Humas. Melalui kerja sama ini, usai seminar para mahasiswa akan diberikan project kehumasan yang tentunya akan membantu mempublikasikan layanan publik tersebut. Selain itu ke depan akan dibuka juga kemungkinan magang agar dapat membawa manfaat antara kedua belah pihak.

“Saya menjamin bahwa informasi yang akan diberikan oleh teman-teman Diskominfo akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Apalagi bagi anak kost dan perantau ketika jatuh sakit telpon teman belum tentu direspon, bahkan gak punya pulsa. Daripada pusing, kalian bisa menghubungi Call Center 112,” tutur Agus.

Hal senada pun diungkapkan Senior Program Advisor Pattiro, Dini Inayati. Menurutnya acara ini sangat baik untuk mengenalkan kanal pengaduan Sapa Mbak Ita dan Layanan Darurat 112.

“Yang perlu dihighlight adalah suara masyarakat harus diberi ruang termasuk juga para mahasiswa. Masukan, kritikan, aspirasi yang diberikan ini tentunya dapat meningkatkan kinerja dan juga pembangunan Kota Semarang,” tambahnya.

Ke depan paling tidak ada 5 kegiatan goes to Campus yang akan diselenggarakan sepanjang tahun 2024. Melalui cara roadshow ke kampus-kampus di Kota Semarang ini diharapkan dapat mengenalkan kanal-kanal komunikasi Pemerintah Kota Semarang lebih luas lagi. Seperti untuk pengaduan publik, masyarakat dapat mengakses kanal Whatsapp di 081215000512, Website di sapambakita.lapor.go.id, di Twitter @sapambakita, dan Mobile Apps Sapa Mbak Ita. Sedangkan untuk kejadian darurat masyarakat dengan mudah hanya perlu menghubungi nomor 112 untuk mendapatkan pertolongan.(HS)

Bersama Kakorlantas Tinjau Kesiapan Jalur Arus Lebaran, Menhub : Mudik Harus Lancar, Aman, dan Nyaman

Perkuat Peran Perempuan untuk Ketahanan Keluarga, Generali Indonesia Gelar Edukasi Finansial dan Kelas Parenting