in

Gelar Kuliah Umum Gandeng INTI, Rektor Unwahas Sebut Dokter Lie Ajarkan Tentang Pengabdian Tinggi dan Hijrah

Suasana kuliah Umum Unwahas Bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Perwakilan Jawa Tengah pada Senin (20/6/2022).

HALO SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim bersama Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) perwakilan Jawa Tengah menggelar Kuliah Umum bersama dr. Lie Agustinus Dharmawan, Ph.D, Sp.B, Sp.BTKV atau yang akrab dipanggil dr.Lie.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Theater Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim tersebut dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. H Mudzakkir Ali,MA, Ketua INTI Jawa Tengah Gouw Andy Siswanto, Direktur Pasca Sarjana, para Wakil Rektor Universitas Wahid Hasyim, para dekan dan seluruh keluarga besar Universitas Wahid Hasyim serta mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Ketua INTI Jawa Tengah, Gouw Andy Siswanto menjelaskan jika kiprah dr.Lie yang peduli dengan sesama dan gemar bersosial tersebut patut dicontoh.

“Dan saya rasa ini sejalan dengan Universitas Wahid Hasyim yang mengutamakan rasa kemanusiaan, dan melihat perjalanan dr. Lie yang sangat luar biasa ini semoga mahasiswa Universitas Wahid Hasyim dapat meneruskan cita-cita beliau,” ungkapnya.

Kuliah Umum kali ini merupakan hasil kerjasama baik yang telah terjalin antara Universitas Wahid Hasyim dan INTI Jawa Tengah.

“Saya senang sekali dua tahun lalu kita tandatangani kerja sama dan masih dapat berlanjut hingga saat ini, dan kita dapat mengundang dr.Lie untuk memberikan Kuliah Umumnya siang ini,” pungkasnya.

Dokter Lie Agustinus Dharmawan mendirikan Rumah Sakit Apung (RSA) swasta pertama di Indonesia, bahkan di dunia. Yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang tinggal di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Bakti kemanusiaan awak kapal RSA dr. Lie Dharmawan memulai pelayaran perdananya pada 2013 lalu dari Kepulauan Seribu, Belitung Timur, dan Kalimantan Barat.
Adapun sepanjang 2018 rumah sakit apung telah berlayar ke delapan daerah yang minim fasilitas kesehatan. Seperti wilayah Barat Daya Maluku, Sulawesi Tenggara, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sementara itu, Rektor Universitas Wahid Hasyim Prof. Dr. H Mudzakkir Ali, MA dalam sambutannya menjelaskan jika dr.Lie mengajarkan kekuatan keyakinan dalam menempuh perjalanan hidup, dan pengabdian pada kemanusiaan yang sangat tinggi.

“Yaitu dengan membangun rumah sakit di atas laut, dr.Lie mengajarkan juga tentang hijrah, yaitu melakukan hal yang tidak seperti biasanya,” ungkapnya. (HS-06)

Hari Terakhir Workshop Implementasi dan Strategi Kurikulum Merdeka, Para Guru TK Dibekali Media Loose Part dan Steam

Kabulkan Praperadilan Kasus Pemalsuan Dokumen, Ahli Pidana Unair Nilai Hakim PN Semarang Tak Pahami Perkara