Gelar Konferensi Internasional Lintas Negara Terbanyak, UIN Walisongo Raih Rekor MURI

Rektor UIN Walisongo Prof Imam Taufiq dan Dekan FITK Dr Lift Anis Ma’shumah memperoleh penghargaan rekor MURI sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak” dalam acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemic dengan pembicara dari 21 negara, Jumat (25/9/2020).

 

HALO SEMARANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo berhasil mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak” dalam acara Virtual International Conference 2020 Education in The Era of Post Covid-19 Pandemic, dengan pembicara dari 21 negara.

Penyerahan piagam penghargaan MURI tersebut diberikan kepada Rektor UIN Walisongo, Prof Imam Taufiq dan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Dr Lift Anis Ma’shumah di Gedung ICT,  kampus 3 kampus UIN Walisongo, Jumat, (25/9/2020).

“Selama tiga hari, tim MURI mencatat, menilai, dan mengamati secara langsung ada 31 presenter dari luar negeri dan 44 presenter Indonesia dari 17 universitas. Jumlah keseluruhan ada 21 negara yang terlibat aktif,” kata Sri Widayati Senior Manager MURI saat penyerahan piagam penghargaan rekor MURI tersebut.

“Penghargaan ini kami catat dengan nomor 9652, dan rekor ini menjadi kali yang ketiga, karena sebelumnya UIN Walisongo juga pernah mencatatkan MURI. Tim MURI telah menilai dan menyatakan bahwa UIN Walisongo dan FITK dengan sah menerima penghargaan rekor Konferensi Secara Virtual Lintas Negara Terbanyak, melebihi target yang diajukan semula 18 menjadi 21 negara. Dan capaian rekor konferensi internasional ini merupakan yang terbanyak, jadi UIN Walisongo mencatatkan sejarah ini,” imbuh Wida.

Dekan FITK UIN Walisongo, Dr Lift Anis Ma’shumah mengatakan, saat dunia mengalami pandemi, UIN Walisongo tetap menunjukkan eksistensinya, dengan mengajak masyarakat dunia tetap produktif dan saling berdiskusi tentang pendidikan di era post-pandemi Covid-19.

Adapun invited speaker yang hadir, kata dia yakni berasal dari Amerika, Inggris, Portugal, Nepal, Mesir, Uni Emirat Arab.

“Lalu, Irak, Suriah, Pakistan, Kuwait, Aljazair, Nigeria, Palestina, India, Iran, Bangladesh, Oman, Qatar, Philipina dan Thailand,” katanya.

Capaian yang ditorehkan universitas dan fakultas ini, lanjut dia, tidak terlepas dari peran serta dan dukungan segenap Pimpinan UIN Walisongo, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan tim Share to Care Volunteers Dr Andi Asrifan SPd MPd dan Ibu Muthmainnah SPdI MPd di Jakarta.

“Rekor yang diraih ini akan menjadi penyemangat baru untuk menuju Universitas Riset Dunia,” tegas Lift yang pernah mengikuti shortcourse di Belanda dan Australia.

Banyak ide dan gagasan aktual, lanjutnya, tentang pendidikan di tengah pandemi yang lahir dari pakar-pakar dunia dalam konferensi ini.

Dunia memang sedang mengalami kondisi normal baru dan tidak berarti berhenti untuk tetap melahirkan inovasi-inovasi baru dunia pendidikan.

“Sebagai fakultas yang fokus di dunia pendidikan, FITK selalu hadir dan berkontribusi kuat dalam melahirkan ide dan solusi terbaik dunia pendidikan menghadapi pandemi ini,” terang Lift Anis.

Sementara itu, dalam sambutannya Rektor UIN Walisongo, Prof Imam Taufiq mengapresiasi terselenggaranya konferensi secara virtual yang melibatkan 21 negara.

“Kami mengambil inisiasi, bahwa pendidikan Islam bisa beri makna di tengah Covid-19 ini. Sehingga perlu formula khas. Konferensi yang melibatkan 21 negara diharapkan mendapat input komprehensif, dilihat dari cara pandang masing-masing negara sehingga punya kesimpulan relevan,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.