in

Gelar Event Komukino yang ke -9, Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Tampilkan Beragam Produk Kuliner dan Budaya

Kamis (11/1).

HALO SEMARANG – Event Festival Komunikasi dan Inovasi ( Komukino ) yang bertajuk Jateng Gemes di Auditorium Ir Widjatmoko Universitas Semarang, berhasil diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Kamis (11/1).

Mereka nampak antusias menampilkan berbagai budaya dan kesenian sampai inovasi produk kuliner.

Kegiatan rutin tersebut merupakan ke-9 kalinya yang digelar oleh Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang.

Masing-masing daerah yang mengikuti event itu nampak mengangkat budaya lokalnya. Misalnya dari stand Kuliner Karesidenan Semarang menampilkan berupa kroket tahu serasi, karesidenan Pati dengan produk dimsum bandeng, dan dari Karesidenan Banyumasan yang tak mau kalah juga memamerkan produk makanan berupa mendoan sushi. lalu ada stand dari Karisidenan Pekalongan diisi oleh Laksmi art batik, memajang pakaian batik dan juga menawarkan pelatihan membatik di lokasi yang lengkap dengan alat batik, canting, dan bahan pewarna kain motif batik.

Ketua Panita, Anggita Cindy mengatakan, bahwa event kali ini mengusung tema Jateng Gemes. Festival Komukino yang merupakan acara tahunan ini menampilkan rangkaian budaya yang dipadukan dengan inovasi mulai dari kesenian sampai dengan kuliner. Penyelenggaraan festival Komukino sendiri merupakan ajang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan mata kuliah agar memberikan manfaat pada masyarakat secara luas.

“Selain itu juga tema yang diusung Jateng Gemes, dapat membangun dan menguatkan rasa cinta terhadap budaya warisan nenek moyang,” katanya.

Sementara Rektor USM, DR Supari menyambut baik adanya event Festival Komukino Jateng Gemes. Menurutnya kegiatan ini merupakan bukti komitmen dari Ilmu Komunikasi untuk mengkomunikasikan budaya dengan inovasi, dan membina rasa memiliki dan apresiasi terhadap kebudayaan Jawa Tengah. Kegiatan ini mencerminkan visi universitas yang ke- Indonesiaan.

“Hal ini untuk menunjukkan komitmen dalam bentuk dukungan terhadap inisiatif untuk memperjuangkan pelestarian budaya Jawa Tengah. Festival Komukino adalah tonggak penting dalam mengkomunikasikan jati diri ke-lndonesiaan pada generasi muda,” paparnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso juga memberikan apresiasinya dengan digelarnya event Komukino ini. Sebab bisa menggali potensi atau talenta dari masing-masing daerah seperti melalui inovasi dan terobosan dari beragam produk kuliner, dimana hal ini bisa memperkaya produk kuliner di Kota Semarang sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan yang mencari kuliner.

“Dan sekaligus bisa mengangkat potensi wisata kuliner di Kota Semarang khususnya, dan di Jawa Tengah umumnya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, festival yang digelar selama satu hari penuh tersebut menampilkan ragam kuliner dari enam karesidenan di Jawa Tengah. Mulai dari festival budaya dolanan, batik, dan aksara Jawa, penampilan Tari Gedruk, Kentrung, dan Teater Sandilarak. Sedangkan untuk rangkaian acara lainnya seperti Komukino tahun sebelumnya.  Komukino yang ke-9 kali ini juga menyelenggarakan Komukino Award dengan tiga nominator utama, Teater Sandilarak, Tari Gedruk, dan Kentrung Ken Palman. (HS-06)

Kantor Imigrasi Semarang Jadi Tuan Rumah Rapat Kalender Kerja 2024

Husen yang Bunuh Lalu Cor Mayat Bos Galon di Semarang Divonis 20 Tahun Penjara