in

Gelar Dialog Lewat Ngopi Bareng, DPKS Apresiasi Langkah Disdik Kota Semarang

Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS), Settyo Budi, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) memberi apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramushinto yang membuka ruang dialog bersama para stakeholder terkait melalui acara “Ngopi Bareng” bertempat di Kampung Jawi, baru-baru ini. Kegiatan ini bertujuan memajukan mutu pendidikan.

Hal itu disampaikan Settyo Budi, selaku Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Semarang (DPKS) yang juga hadir dalam kegiatan Ngopi Bareng (Ngobrol Penting Stakeholder Pendidikan Kota Semarang).

Menurut Settyo, Ngopi Bareng yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang bisa menjadi wadah komunikasi yang intens bagi semua pihak yang peduli dengan peningkatan mutu pendidikan.

“Jadi acara Ngopi Bareng ini hal yang harus kami beri apresiasi karena Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang telah memulai untuk membuka ruang yang sangat nyaman untuk berkomunikasi antara stakeholder pendidikan yang muaranya melakukan peningkatan mutu pendidikan,” jelas Settyo.

DPKS sendiri, saat ini menyoroti dua isu yang sering muncul dalam dunia pendidikan, yaitu mengenai tindakan bullying siswa dan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).

“Yang kami soroti khususnya ada dua hal, yang pertama terkait isu-isu bullying seperti misalnya perkelahian pelajar, penganiayaan, atau kekerasan verbal. Lalu yang kedua, isu tentang PPDB,” jelasnya.

Jika terkait isu PPDB, Settyo menilai hal tersebut sangat sensitif karena berurusan dengan akses pelayanan serta kemudahan orang tua siswa dalam mencarikan sekolah bagi anak-anaknya.

“Karena PPDB ini sangat sensitif sekali, karena hal ini adalah kebutuhan masyarakat yang mana Dinas Pendidikan memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan prima dalam bentuk kemudahan akses dan kemudahan mencari sekolah bagi siswa-siswi baru,” ungkapnya.

Sementara itu disatu sisi regulasi penerimaan siswa baru masih menggunakan regulasi lama yang kemungkinan sudah terlalu nyaman menggunakan regulasi tersebut. Padahal sebenarnya sekarang ada regulasi baru yang berbentuk zonasi murni.

“Sementara di Kota Semarang masih menggunakan sistem kombinasi. Nah ini yang kedepan ini perlu dipikirkan dan dirembug secara matang,” tandasnya.

“Jadi tinggal kita bersama Dinas Pendidikan Kota Semarang akan mengarahkan ke kebijakan yang baru atau yang lama dan tentunya ada hal positif dan negatif dari kedua kebijakan tersebut. Artinya Dinas Pendidikan sebagai penyelenggara pendidikan harus mempertimbangkan dengan matang kebijakan mana yang akan dipakai,” katanya menambahkan.

Sementara, Kepala Disdik Kota Semarang, Bambang Pramushinto mengatakan, kegiatan bersama dengan para stakeholder terkait seperti dewan, kepolisian ,NGO, DPKS dan lainnya ke depan akan dilakukan secara rutin. Sehingga semua stakeholder bisa memberikan masukan dan saran guna bersama -sama meningkatkan kualitas pendidikan.

“Kalau semuanya punya keinginan dan motivasi yang sama untuk ikut urun rembug nantinya akan mudah mencari solusi dari persoalan-persoalan yang kadang muncul,” imbuhnya. (HS-06)

Prabowo Kunjungi Lampung dan Bengkulu hingga Bangka Belitung, Warga Sambut Antusias

USAID Iuwash Tangguh Jateng Evaluasi STBM di Temanggung