Gara-gara Pembelajaran Jarak Jauh, Penjualan Seragam Sekolah Turun Drastis

Zaenal, seorang pedagang seragam di Toko Tunas Baru, Kampung Kauman, Semarang.

 

HALO SEMARANG – Akibat penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada masa pandemi Covid-19, berdampak pada bisnis penjualan seragam sekolah.
Meski memasuki tahun ajaran baru, pusat penjualan seragam sekolah di Kampung Kauman, Semarang tampak sepi pembeli.

Bahkan ada penjual seragam yang mengatakan nyaris mandek bisnisnya, karena penjualan turun drastis.

Zaenal, seorang pedagang seragam di Toko Tunas Baru, Kampung Kauman mengatakan, nyaris tak ada satupun pembeli yang memesan seragam jualannya pada musim ajaran baru tahun ini.

“Sekarang benar-benar sepi. Kalau sebelum pandemi kami bisa jual 10 sampai 15 potong sehari. Dengan situasi pandemi seperti saat ini, terjual satu potong aja sudah bersyukur banget,” katanya baru-baru ini.

Menurutnya omzet penjualan seragam kini anjlok hingga 90 persen ketimbang kondisi normal. Penurunan penjualan sudah dia rasakan sejak empat bulan terakhir.

“Sejak ada Covid-19, sudah gak ada yang beli seragam sekolah. Penjualannya turun drastis. Sekarang bisa sampai 90 persen,” akunya.

Untuk harga satu potong seragam sekolah, ia kerap mematok harga antara Rp 60 ribu. Sedangkan harga aksesorinya, seperti dasi, bet, topi dan sejenisnya dijual kisaran Rp 10 ribu – Rp 20 ribu. Selain itu, harga seragam Korpri dibanderol mulai Rp 120 ribu hingga lebih dari Rp 200 ribu per potong.

“Tapi selama pandemi, aksesori seragam juga tidak ada yang laku. Kami cuma bisa bertahan hidup dengan jualan masker aja. Kemarin-kemarin yang terjual agak lumayan,” bebernya seraya menambahkan bahwa selembar masker dijual dengan harga Rp 5.000.

Sementara pedagang seragam lainnya, Muklisin mengaku juga kelimpungan saat masa pandemi.

“Sama juga, toko saya sepi banget. Cuma bisa pasrah saja sama keadaan seperti ini,” ujarnya.

Dia berharap agar bisnisnya kembali pulih, pemerintah paling tidak harus merancang kebijakan baru bagi para siswa sekolah.

Pemkot Semarang diharapkan segera membuat kebijakan yang bisa mengendalikan penularan Covid-19 di tengah masyarakat.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.