in

Gara-Gara Bengkok, Mantan Kades di Kendal Dipolisikan Warga

Suwandi (kiri) warga Kelurahan Balok Kecamatan Kota Kendal yang melaporkan mantan Kades di Patebon berinisial T ke Pihak Polres Kendal

HALO KENDAL – Mantan kepala desa di Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal berinisial T, dilaporkan Polisi, karena diduga melakukan penipuan sewa menyewa tanah bengkok pada tahun 2014 silam.

Suwandi (69), warga Kelurahan Balok, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal, melaporkan mantan kades T, karena merasa dirugikan, yakni diduga lahannya disewakan ke beberapa orang dalam waktu yang sama, dengan lokasi lahan yang sama pula.

Saat ditemui, ia menununjukkan bukti pelaporan nomor: LP/B/99/X/2021/Jateng/Res Kendal dan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : STTLP/B/55/X/2021/Spkt/Res Kendal / Polda Jtg, pada hari Rabu, 20 Oktober 2021 lalu.

Namun menurut Suwandi, sejak dilaporkan ke Polres Kendal hingga kini, belum ada progres tindak lanjut dari pihak kepolisian, untuk memproses mantan kades berinisial T tersebut.

“Padahal informasinya, Pak T (mantan Kades-red) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tapi kok sampai sekarang masih bebas ya?,” ujarnya Kamis (30/12/2021).

Suwandi mengungkapkan, awal mula kejadian tersebut, saat dirinya ditawari kembali oleh mantan Kades T, untuk menyewa tanah bengkok di Desa Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal pada tahun 2014 lalu, yakni untuk digarap pada tahun 2015.

Namun saat dirinya akan mulai menggarap tidak bisa. Sebab lahan yang disewa Suwandi tersebut, sudah disewa dan digarap tanahnya oleh orang lain.

“Saat itu, saya menyewa sama Pak Kades tanah bengkok Ulu-ulu satu tahun seharga Rp 6 juta, saksinya Pak Bayan (pamong). Tapi gak bisa garap karena ternyata lahan yang saya sewa, sudah disewakan kepada orang lain,” ungkap Suwandi.

Padahal, dua tahun sebelumnya, dirinya juga sudah pernah menyewa lahan tersebut dari T dan tidak ada masalah.

Baru pada tahun ke tiga, terjadilah hal tersebut dan karena Suwandi merasa ditipu, maka secara baik-baik mempertanyakan ke mantan Kades T.

“Tapi tidak ada jawaban yang jelas dari Pak T, dan kesannya, ia selalu menghindar tanpa alasan yang jelas pula,” imbuh Suwandi.

Dengan laporan yang sudah dilayangkan ke kepolisian tersebut, dirinya berharap, kasusnya segera ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian.

“Saya berharap kepada Polres Kendal untuk menindaklanjuti masalah ini, karena kerugian yang saya alami sudah berlangsung lebih dari lima tahun,” kata Suwandi.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Daniel A Tambunan saat dikonfirmasi awak media terkait perkembangan kasus tersebut menyampaikan, bahwa saat ini status terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Dalam waktu dekat sudah akan diproses pada tahap satu ke Kejaksaan Negeri Kendal,” terang Kasat Reskrim Polres Kendal.

Dijelaskan, saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan juga sudah cek TKP.

“Sampai kemarin sudah kita lakukan gelar perkara dan terlapor itu sudah kita tingkatkan statusnya sebagai tersangka,” terang AKP Daniel.

Menurutnya, meskipun terlapor sudah ditingkatkan statusnya sebagai tersangka, namun terlapor tidak ditahan hingga kini.

Hal ini disebabkan ada beberapa alasan obyektif dan subyektif yang telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana.

“Tidak kita lakukan penahanan karena penyidik punya kewenangan untuk itu. Seperti yang sudah diatur juga oleh KUHAP, tentang alasan subyektif dan obyektif tidak ditahannya seorang tersangka,” ujar Kasat Reskrim.

Alasan subyektifnya, lanjut Daniel, tersangka tidak akan melarikan diri karena ada penjaminnya.

Yang kedua, tersangka tidak akan mengulangi tindak pidananya dan yang ketiga dia tidak menghilangkan barang bukti karena barang bukti sudah kita sita.

“Alasan obyektifnya, atau yang paling penting, adalah pertimbangan kesehatan yang bersangkutan, sebab dia punya penyakit gula (diabetes),” imbuh Daniel.

Kasat Reskrim Polres Kendal menegaskan, bahwa kasus ini masih terus berjalan dan dalam waktu dekat ini berkasnya akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kendal.

“Tersangka diancam, dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan, dengan ancaman hukuman selama-lamanya empat tahun penjara,” pungkas AKP Daniel. (HS-06).

Peran Masyarakat Dibutuhkan Guna Merealisasikan Semangat Kesetaraan Gender

Cegah Peredaran Narkoba, Aparat Gabungan Gelar Razia di Tempat Hiburan