Ganjar Minta Pembagian BST Tak Boleh Ditunda Saat PPKM

 

Gubernur Ganjar Pranowo mengunjungi RSUD Ungaran Kabupaten Semarang, melihat kesiapan pemberian Vaksin Covid-19, Rabu (13/1). (Foto : Dok Humas Pemprov Jateng)

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta semua daerah di Jawa Tengah, segera membagikan Bantuan Sosial Tunai (BST) pada penerima. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, tidak boleh menjadi alasan penundaan.

Penegasan itu disampaikan Ganjar, saat memantau pelaksanaan pembagian BST di Kantor Kecamatan Banyumanik Kota Semarang, Rabu (13/1).

Saat itu dia mendapat laporan dari Kepala Kantor Regional VI PT Pos Jateng-DIY, Arifin Muchlis, bahwa ada sejumlah kepala daerah yang meminta penundaan pembagian BST hingga masa pemberlakuan PPKM selesai.

“Ada beberapa Bupati dan Wali Kota yang meminta penundaan pembagian BST setelah masa PPKM selesai. Padahal targetnya ini harus cepat pak,” kata Arifin.

Mendengar itu, Ganjar langsung menolak permintaan itu. Tidak boleh PPKM menjadi alasan penundaan pemberian hak yang sudah ditunggu masyarakat.

“Ada laporan dari PT Pos, sejumlah kepala daerah ragu untuk melakukan pembagian BST karena sedang PPKM. Saya tegaskan nggak usah ragu, tetap saja dibagi. Tidak perlu menunggu PPKM selesai, hanya saja harus dibatasi,” kata Ganjar.

Ganjar meminta daerah bekerja sama dengan PT Pos dan aparat terkait seperti TNI dan Polri, dalam rangka pengaturan itu. Jika memang ada penerima yang tidak mau datang, maka bisa dikerjasamakan dengan TKSK untuk mengantar ke rumah masing-masing.

“Harapan saya ada kerja sama antara kecamatan, Babinsa, Babhinkamtibmas biar semua tertib. Yang penting diatur ketertibannya agar bisa terlaksana dengan baik. Silahkan dibuat rekayasa dengan bentuk apapun, asal jangan ditunda, karena masyarakat memang membutuhkan,” tegasnya.

Ganjar juga meminta kepala daerah ikut menyosialisasikan pada masyarakat siapa yang berhak mendapatkan BST itu. Sebab tahun ini memang agak berbeda dari penyaluran tahun sebelumnya.

“Dibantu sosialisasi, siapa yang berhak siapa yang tidak. Argumenasinya apa semua sudah tahu, tinggal disampaikan pada masyarakat,” kata dia.

Gubernur Ganjar Pranowo mengunjungi RSUD Ungaran Kabupaten Semarang, melihat kesiapan pemberian Vaksin Covid-19, Rabu (13/1). (Foto : Dok Humas Pemprov Jateng)

Tetap Dilaksanakan

Sementara itu, Arifin Muchlis menerangkan ada sebanyak 1,2 juta masyarakat Jateng yang menerima BST sebesar Rp 300.000 dari pemerintah pusat. Tahap pertama sudah didistribusikan dan ditargetkan selesai pada akhir Januari.

“Selain di Kantor Pos, tahun ini pembagian kami lebarkan hingga ke Kecamatan dan Kelurahan untuk menghindari kerumunan. Bahkan, kami juga melakukan pengantaran ke rumah untuk difabel, lansia dan yang sakit,” katanya.

Dia membenarkan bahwa ada sejumlah kepala daerah yang meminta penundaan pembagian BST. Namun setelah mendapat ketegasan Gubernur, Arifin mengatakan akan tetap melaksanakan pembagian sesuai jadwal.

“Pak Gubernur menyampaikan tidak boleh ditunda, yang harus dilakukan adalah mengatur protokol kesehatan dengan maksimal. Nantinya kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait hal ini. Harapan kami, BST ini segera  bisa direalisasikan karena ini program pemerintah,” kata dia. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.