in

Ganjar Minta Kabupaten/Kota Gunakan DAU untuk Penanganan Covid-19

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat ditemui di kantornya usai rapat penanganan Covid-19, Senin (21/6/2021).

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kabupaten/kota dapat menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk kebutuhan penanganan Covid-19 sebanyak delapan persen.

Hal itu ditekankan Ganjar setelah diperingatkan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian dalam rapat penanganan Covid-19 secara daring.

“Tadi ada arahan dari Pak Mendagri mengingatkan kepada kita semua, karena ada delapan persen dari DAU, duitnya bisa dibelanjakan. Maka tadi kita minta kabupaten/kota segera membelanjakan. Jadi kekurangan-kekurangan anggaran untuk penanganan Covid-19 itu bisa dipakai,” katanya.

Ganjar menyebut, dengan kondisi di daerahnya yang sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19, DAU dapat digunakan semaksimal mungkin dan dikelola dengan baik.

Total zona merah di Jawa Tengah saat ini mencapai 13 kabupaten/kota, di antaranya Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Jepara, Blora, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri, Kota Semarang.

Diungkapkan Ganjar, lonjakan itu berdampak pada penambahan tempat tidur isolasi sebanyak 40 persen. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat tidak hanya pemerintah.

“Jateng sedang tidak baik-baik saja, semua harus bisa mawas diri dan antisipasi. Maka hari ini kami ngecek perjalanan seminggu lalu, bagaimana daerah-daerah menyiapkan penambahan tempat tidur. Laporan yang sudah dihitung sampai ke pusat di Jawa Tengah untuk tempat tidur isolasinya nambahnya tertinggi sebanyak 40 persen,” ungkap Ganjar saat ditemui usai rapat penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (21/6/2021).

Ia mengatakan, sekarang ini terdapat kabupaten/kota yang telah menyiapkan langkah mendirikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), yakni Kota Surakarta dan Banyumas Raya.

“RS darurat sudah ada di Solo, dan saat ini yang sudah menyiapkan skenario rumah sakit darurat di sekitar Banyumas Raya,” katanya.

Ganjar menambahkan, pendirian RSDC tersebut dimaksudkan untuk pengendalian rumah sakit yang saat ini melakukan perawatan pasien Covid-19. Dengan cara itu, mitigasi penggolongan sakit dapat dilakukan lebih awal.

“Sampai sekarang masih bisa, maka kita juga menambahkan rumah sakit darurat, isolasi terpusat grading sakitnya bisa dimitigasi dari awal,” paparnya.

Kendati demikian, ia memastikan kondisi fasilitas kesehatan (faskes) yang dikabarkan tidak mampu menampung pasien Covid-19 sampai sekarang masih dapat dikontrol dengan baik.

“Kondisi faskes sampai hari ini masih bisa dikendalikan,” tutupnya.(HS)

Share This

Teken MoU Dengan Rotary Club Dan IIEBM, Udinus Perluas Sektor Pendidikan Global

Kebakaran Di Carrefour DP Mall Semarang, Ini Penyebabnya