Ganjar ke Bupati Grobogan; Jalan Rusak Harus Jadi Perhatian

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ketika melantik Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Wakil Bupati Bambang Pujiyanto. Pelantikan digelar di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (26/4). (Foto : Dok Humas Jateng)

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyoroti kerusakan jalan di Kabupaten Gerobogan. Karena itu dia meminta agar persoalan ini, mendapat perhatian oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Wakil Bupati Bambang Pujiyanto, sesuai keduanya dilantik secara resmi.

Pelantikan dipimpin Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (26/4).

Ganjar meminta Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto, langsung tancap gas untuk bekerja. Banyak persoalan di Kabupaten Grobogan yang mendesak untuk diselesaikan.

“Yang utama infrastruktur. Kan sekarang yang jadi perhatian di sana memang infrastruktur. Jalannya memang lumayan rusak, ini yang harus segera diperbaiki,” kata Ganjar.

Ketika melakukan roadshow ke Grobogan beberapa waktu lalu untuk mengecek kondisi infrastruktur, Ganjar memang mendapati kondisi jalan di Grobogan yang mendesak dilakukan perbaikan.

“Beberapa juga ada yang jalan provinsi. Maka kami sudah menyiapkan di Musrenbang untuk perbaikan. Saya sampaikan terbuka, karena anggaran 2020 kemarin tidak bisa jalan, karena refocusing dan anggaran 2021 hanya sedikit, mungkin baru bisa digaspol pada 2022 nanti,” ujarnya.

Selain persoalan jalan, Ganjar juga meminta Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto, terus bekerja dalam rangka menghadapi pandemi. Dia mengingatkan bahwa pandemi belum selesai, sehingga semua harus terus bekerja secara optimal.

“Kemarin di Grobogan ada kabar guru tertular, maka saya minta dicek lagi. Saya titip kawan-kawan Pemkab Grobogan ikut mengawasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Tidak usah ribut ini sekolah kewenangan provinsi atau kabupaten, pokoknya yang di Grobogan saya izinkan Bupati ngecek,” tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Grobogan Sri Sumarni memberikan salam, di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (26/4). (Foto : Dok Humas Jateng)

 

Selain itu, persialan recovery ekonomi juga harus menjadi perhatian. Integritas harus dipegang teguh agar tidak ada lagi pungli, gratifikasi hingga korupsi.

“Sambil saya titip soal masa depan generasi bangsa. Kemarin ada informasi, pernikahan dini naik selama pandemi. Ini harus ditekan dan program Jo Kawin Bocah harus diedukasi. Persoalan stunting juga jangan sampai diabaikan, program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng merupakan kunci untuk mengatasi persoalan-persoalan itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Sri Sumarni mengatakan siap langsung tancap gas melaksanakan program kerja yang telah disiapkan. Terkait infrastruktur khususnya jalan rusak, Sri membenarkan masih ada 28 persen jalan kabupaten yang mengalami rusak berat.

“Sebenarnya target selesai itu di 2021, sesuai visi misi periode awal saya kemarin. Tapi karena ada Covid-19, anggaran direfocusing sehingga tidak bisa 80 persen jalan dalam kondisi baik sesuai target kami,” katanya.

Sri juga siap membawa Grobogan menjadi daerah yang lebih maju lagi. Persoalan integritas harus benar-benar diawasi agar tidak ada kasus korupsi atau gratifikasi.

“Semua harus transparan, kita harus bisa melakukan itu. Kami akan terus pantau agar tidak ada praktik-praktik itu. Grobogan harus bersih dari korupsi,” ujarnya. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.