in

Ganjar Ingin Pembangunan Tol Dipercepat

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo/dok.

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku diskusi bersama Jasa Marga. Dia meminta pembangunan tol segera dipercepat dengan memperhatikan tiga poin.

Pertama, Ganjar meminta masyarakat diberikan informasi harga pembebasan lahan yang jelas. Karena beberapa pengalaman, menurutnya masyarakat belum sepenuhnya setuju.

“Dikasih informasi yang bagus, nanti ada problem pembebasan tanah berapa harga tanah supaya menjadi fair untuk masyarakat. Dari sisi kemungkinan tanah yang menjadi jalan tol,” ujar Ganjar kepada awak media di kantornya, Selasa (23/2/2021).

Kedua, Ganjar meminta adanya pertimbangan sosial kepada masyarakat agar serius diperhatikan. Karena, sebelumnya banyak persoalan sosial.

“Saya minta pertimbangan sosialnya betul-betul diperhatikan. Sehingga semua sudah dibebaskan lahan namun ada satu rumah yang ternyata di seberang tol, sendirian, kasian,” imbuhnya.

Selain itu, dia meminta penanganan saluran air yang baik, sebagai upaya untuk menanggulangi banjir. Kemudian, jalan penghubung antardaerah untuk akses transportasi masyarakat tidak terputus.

“Jalur saluran air dan jalan yang menghubungkan desa yang selama ini ada jangan sampai terpotong. Maka saya minta secara teknis saluran jangan bumpet yang mengakibatkan banjir. Kemudian jalan yang menghubungkan antar desa dibuatkan terowongan,” tutur Ganjar.

Terakhir terkait pemanfaatan rest area, dirinya berharap dari pemerintah kabupaten dan desa agar dilibatkan.

Tak hanya itu, lanjutnya, supaya bisa dilibatkan menjadi pemilik untuk ikut mengelola dan menjadi investor.

“Terakhir pemanfaatan rest area, dari pemerintah kabupaten dan desa dilibatkan, jika bisa dilibatkan menjadi pemilik ikut mengelola mungkin bisa menjadi investor maka UMKM yang ada di sana mendapatkan peran yang baik. Diberikan ruang dialokasikan untuk mereka UMKM tanpa membenahi mereka,” ucapnya.

Sementara itu Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga, Arsal Ismail mengatakan, pembebasan lahan sudah dilakukan di ruas Solo-Yogyakarta.

“Pembebasan lahan sudah dilakukan di ruas Solo-Jogja tepatnya di Kartasura. Targetnya nanti sebelum tahun 2024 akan selesai,” kata Arsal saat ditemui di tempat yang sama.

Terkait dengan pelibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang berada di rest area nantinya akan direkrut 30 persen. Tentunya dengan menggandeng pemerintah daerah setempat.

“Untuk rest area kami akan bekerjasama dengan pemda, nantinya UMKM akan dilibatkan di rest area. Kami akan kasih kesempatan 30 persen kepada UMKM,” pungkasnya.(HS)

Share This

Wapres Minta Masjid Istiqlal Jadi Pusat Gagasan dan Gerakan Pembangunan

Banjir Belum Surut, Warga Pekalongan Merasakan Sensasi Pasar Apung