Ganjar Evaluasi Satu Tahun Pandemi Covid-19 di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai rapat satuan tugas penanganan Covid-19, di kantornya, Selasa (2/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Tepat satu tahun, pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Pada 2 Maret 2020 lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Covid-19. Evaluasi selama satu tahun juga disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Kantornya di Gedung Gubernuran Jawa Tengah lantai dua, Selasa (2/2/2021).

Ganjar menyampaikan, evaluasi hasil terhadap penanganan Covod-19 hingga hari ini tetap dilakukan. Dari catatan yang diterimanya, Kabupaten Banyumas menjadi daerah yang menyumbang penambahan kasus terbaru tertinggi hingga 28 Februari lalu.

“Kasus tertinggi dari catatan kita, di Kabupaten Banyumas ada 52 kasus, Jepara ada 26 kasus, Klaten ada 23 kasus, Boyolali ada 22 kasus, Kota Semarang ada 17 kasus,” kata Ganjar.

Sementara itu juga terdapat kabupaten/kota yang tidak ada penambahan kasus, yaitu Wonogiri, Rembang, Tegal, Kota Salatiga, dan Cilacap.

Ganjar menambahkan, Kota Semarang memiliki kasus aktif tertinggi di Jateng dengan 508 kasus aktif. Kemudian disusul Kabupaten Banyumas dengan 466 kasus, Cilacap dengan 326 kasus, Karanganyar terdapat 308, dan 286 di Klaten.

Menurutnya, kasus aktif Covid-19 di Jateng mengalami penurunan.

“Tahun ini kita lihat grafiknya menurun, tempat-tempat isolasi juga sudah mulai terlihat sepi. Di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali saat ini hanya terdapat 22 kasus,” jelas Ganjar.

“Selama satu tahun ini kita sudah genjot adanya vaksinasi. Dan vaksinasi ini sudah kita mintakan di kabupaten/kota untuk menyiapkan segala sesuatunya sehingga lancar. Baik suntikan pertama, kedua untuk tenaga medis sudah beres semua,” ujarnya.

Tidak hanya kepada tenaga kesehatan yang sudah dilakukan, lanjut Ganjar, saat ini juga masih berlangsung vaksinasi kepada pelayan publik, lansia hingga TNI/Polri.

“Harapannya, kita bisa melaksanakan satu juta lebih file yang dikirim kepada kita. Untuk bisa secepatnya kita bereskan,” lanjut Ganjar.

Ganjar berharap, dalam satu tahun ini evaluasi dilakukan supaya tidak muncul kurva kedua.

“Kita evaluasi, supaya tidak muncul kurva kedua, maka jika kita sudah divaksin dan tetep menjaga protokol kesehatan itu sangat membantu sampai terjadinya herd immunity,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.