in

Gandeng Undip, Pemkot Semarang Dorong Inovasi Pelayanan Publik

Workshop Difusi Inovasi yang diselenggarakan Pemkot Semarang bersama Undip di Ruang Rapat Bappeda, Gedung Moch Ichsan Lantai 7 Jalan Pemuda, Semarang pada Kamis (26/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Usai dinobatkan sebagai Kota Terbaik dalam Pelayanan Pengaduan Publik kategori Outstanding Achievement pada 25 November lalu oleh KemenPAN-RB, Pemerintah Kota Semarang tak cepat berpuas diri.

Melalui Workshop Difusi Inovasi, Pemkot Semarang mendorong para pemangku kebijakan untuk terus menciptakan inovasi pelayanan publik yang sistemik, terarah, dan terpadu demi peningkatan kualitas pelayanan kepada warga Kota Semarang.

Workshop Difusi Inovasi yang diselenggarakan pada Kamis (26/11/2020) tersebut, merupakan kerja sama antara Tim Inovasi Pelayanan Publik Departemen Administrasi Publik FISIP Universitas Diponegoro dengan Pemerintah Kota Semarang, dalam rangka pengabdian kepada masyarakat sekaligus pengembangan inovasi pelayanan sektor publik.

Sebanyak 20 peserta yang merupakan alumni terbaik dari diklat kepemimpinan mengikuti workshop yang diselenggarakan di Ruang Rapat Bappeda, Gedung Moch Ichsan Lantai 7 Jalan Pemuda, Semarang tersebut.

Dengan kondisi Kota Semarang yang berkembang pesat, baik sektor ekonomi maupun sosial, inovasi pelayanan publik menjadi sebuah kebutuhan sebagai manifestasi reformasi birokrasi yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Jokowi.

Yudi Hardianto Wibowo, Kepala Bagian Organisasi Setda Kota Semarang mengungkapkan, bahwa inovasi pelayanan publik dapat dimulai dengan inovasi untuk menyelesaikan masalah publik yang sederhana.

“Namun demikian, inovator juga harus memiliki sensitivitas terhadap perkembangan teknologi dan perkembangan sosial di masyarakat,” tutur Yudi.

Sementara itu Slamet Santoso, staf pengajar dan peneliti inovasi kebijakan publik FISIP Universitas Diponegoro mengungkapkan, bahwa kegiatan lokakarya dapat menjadi sarana untuk mengemukakan pengalaman empirik dalam penyusunan road map dan proposal inovasi pelayanan publik.

“Inovasi pelayanan publik harus memuat tiga variabel utama, yaitu novelty (kebaruan), signifikansi, dan transferabilitas,” terang Santoso.

Pihaknya juga mengingatkan bahwa inovasi pelayanan publik harus dilakukan secara sistematis dan terlembaga.

Santoso berharap dalam konteks kelembagaan, melalui kerja sama antarlembaga, Departemen Administrasi Publik FISIP UNDIP memiliki peran penting sebagai katalisator dan suporter inovasi pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Semarang.

Sehari sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang memperoleh penghargaan dari Kementerian PAN-RB dalam Pelayanan Pengaduan Publik 2020 melalui inovasi Lapor Hendi.

Selama dua tahun terakhir, Kota Semarang telah konsisten mengembangkan kanal aduan Lapor Hendi sebagai inovasi pelayanan publik, sehingga layak mendapat status Outstanding Achievement.

Momentum penghargaan ini menjadi tambahan motivasi bagi jajaran Pemkot Semarang untuk menyelenggarakan workshop dan lokakarya yang memicu lahirnya inovasi-inovasi di bidang pelayanan publik.(HS)

Punya Patokan Harga jika Bersua Jones

Ingin Juara dengan Marquez Ikut Balapan