in

Gandeng Perusahaan Energi Amerta Nusantara, Kadin Ajak Pengusaha Mulai Tidak Bergantung dengan Bahan Fosil

Suasana acara pemaparan terkait Semarang Sustainable Smart City, Rabu (31/8/2022).

HALO SEMARANG – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Semarang mengajak para pengusaha mulai mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) fosil untuk operasional perusahaannya. Mengingat makin hari jenis energi fosil ini terus menipis dan tidak bisa diperbarui.

Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan, sudah saatnya para pengusaha mulai diperkenalkan dengan energi hijau yang berkelanjutan. Dan diharapkan tidak bergantung dengan menggunakan bahan fosil serta mulai sadar bisa menyiapkan untuk beralih ke energi terbarukan.

“Memang menyadarkan masyarakat dan pengusaha untuk beralih ke energi terbarukan memang tidak mudah. Sosialisasi perlu dilakukan berulangkali agar pengusaha dan masyarakat paham pentingnya energi terbarukan,”kata Arnaz, disela-sela acara pemaparan terkait Semarang Sustainable Smart City dengan menggandeng PT Energi Amerta Nusantara di Pavilliun D’Kambodja, Rabu (31/8/2022).

Dikatakan Arnaz, jika kegiatan ini tidak hanya sekali dilakukan, harus diulang-ulang.

 

“Konteks energi terbarukan itu banyak macamnya, semua berkaitan dengan teknologi. Lima tahun ke depan saya yakin energi fosil kemungkinan habis, pengusaha, masyarakat, pemkot harus mulai prepare mempersiapkan energi terbarukan,”ujar Arnaz.

Sosialisasi terkait energi terbarukan ini, lanjut dia, merupakan bagian dari kepedulian Kadin terhadap Kota Semarang. Kadin dan PT Energi Amerta Nusantara dan mendigitalisasikan Kota Semarang. Ternyata, produk energi terbarukan tidak hanya panel surya. Ada beragam energi terbarukan yang bisa diterapkan di ibu kota Jawa Tengah.

Arnaz mengungkapkan, bahwa penerapan energi terbarukan di Kota Semarang terutama di kalangan pengusaha masih rendah. Hal itu karena minimnya pengetahuan tentang produk energi terbarukan serta biaya yang cukup tinggi.

“Orang menganggap energi terbarukan mahal. Padahal, longterm untuk investasi tidak mahal. Fokus kami bukan masalah transaksi bisnis, tapi bagaimana menyadarkan bahwa ke depan butuh energi terbarukan,” paparnya.

Komisaris PT Energi Amerta Nusantara, Andrew Prayudi mengatakan, pihaknya memperkenalkan berbagai produk energi terbarukan antara lain yaitu thermal tubing, vasad solar panel, flexibel solar panel, dan kamera CCTV yang mendukung smart city.

“Kami menyediakan solusi dan mengajak membuka wawasan terkait energi terbarukan. Umumnya, energi terbarukan kan solar panel. Kami menggandeng teman-teman, kami arahkan ke arah termal tubing,” jelasnya.

Menurutnya, Kota Semarang sudah berkembang menjadi smart city, dengan
banyak kamera CCTV terpasang disejumlah titik seperti ruang publik, tempat wisata yang memberikan rasa aman masyarakat.

“Kami juga memiliki kamera CCTV yang khusus bisa memperkuat smart city, yakni selain memonitor situasi lingkungan sekitar juga sekaligus sebagai deteksi perubahan temperatur, perubahan tingkat cahaya, dan desibel suara,”paparnya.

Kepala Bidang Litbang Bappeda Kota Semarang, Willar Haruman mengatakan, sangat mendukung penggunaan energi terbarukan di Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang juga sudah mulai menerapkan energi tersebut. Misalnya, di gedung parkir balai kota sudah menggunakan solar panel.

Dia menilai, penghematan listrik di balai kota saat ini sudah cukup signifikan. Selain itu, sejumlah lampu jalan di Kota Semarang juga menggunakan panel surya.

“Ke depan, Semarang sebagai kota smart city perlu beralih dari listrik konvensional ke energi terbarukan. Bagus sekali kalau Kadin mulai mengarahkan pengusaha menggunakan panel surya,” katanya.

Menurutnya, energi surya ini sudah lama ada. Hanya saja, terkait masalah efisiensi yanh mana harga peralatan energi terbarukan yang mahal dan perawatan yang susah membuat masyarakat masih enggan menerapkannya. (HS-06)

Hindari Bentrok Antar Suporter pada Laga PSIS melawan Persis, Ratusan Personel Polda Jateng Disiagakan

Gendang Ring Petir Sukoharjo, Hadiah Ganjar untuk Farel Prayoga