Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Gandeng Musisi Nasional, Drumer Muda Bunga Bangsa Gelar Konser Panggrantesing Jagad di Kota Lama

Gilang Ramadhan menemani Bunga Bangsa dan beberapa musisi saat memberikan keterangan pers di Kota Lama Semarang, Sabtu (11/1/2020).

 

HALO SEMARANG – Dengan menggandeng beberapa musisi nasional seperti Gilang Ramadhan, Rifki 13 (drumer 7 Kurcaci), “Agung Bugerkill”, Arief (basis Kapten Band), Ady (Yovie n Nuno), Fryda Lucyana, dan beberapa musisi kondang lain, drumer muda Kota Semarang, Bunga Bangsa menggelar konser dan launching single “Panggrantesing Jagad” di Kota Lama Semarang, Sabtu (11/1/2020) pukul 18.30 hingga selesai.

Gadis manis berusia 14 tahun yang mulai belajar drum sejak anak-anak ini akan memainkan instrumen drum berkolaborasi dengan beberapa musisi nasional. Tak hanya para musisi, rencananya konser tersebut juga akan dihadiri Menteri PUPR RI, Basuki Hadimuljono.

Single “Panggrantesing Jagad” merupakan sebuah mahakarya komposisi musik cross culture antara progresive metal dan etnis Jawa. Lagu tersebut mengangkat tema kerusakan alam yang disebabkan oleh ulah manusia.

“Panggrantesing Jagad diambil dari bahasa Jawa, ‘Panggrantesing’ berasal dari kata dasar ‘nggrantes’ yang berarti pilu atau sedih sekali, kemudian ‘Jagad’ berarti bumi atau dunia. Secara keseluruhan Panggrantesing Jagad mengisahkan tentang kesedihan bumi karena ulah manusia serakah yang selalu mementingkan dirinya dan golongannya tanpa memikirkan kerusakan serta bencana yang dapat timbul di masa yang akan datang,” kata Bunga Bangsa, gadis kelahiran Salatiga, 31 Mei 2005, dalam jumpa pers jelang acara, Sabtu (11/1/2020).

Pemilik nama asli Monica Kezia Bunga Keinanti ini mengatakan, komposisi lagu “Panggrantesing Jagad” kaya dengan sentuhan musik progresive metal dan perpaduan musik etnis gamelan Jawa (saron, demung, bonang, gong dan gendher), dan dibalut dengan alunan suara sinden dalam bentuk tembang Jawa.

“Karya Panggrantesing Jagad memiliki tujuan untuk melestarikan budaya, bahasa dan musik tradisional Jawa yang hampir punah karena kecenderungan para penerus bangsa yang lebih menyukai musik modern dari pada musik tradisional dalam negeri. Untuk mengatasi hal tersebut komposisi ini dikemas dengan musik modern yang bergenre progresive metal,” katanya.

Sementara Rifki 13 yang juga akan tampil di acara ini menambahkan, komposisi “Panggrantesing Jagad” lebih menonjol pada alat musik drum. “Dan untuk lebih mempermudah dalam penyampaian pesannya, karya ini didukung dengan lirik berbahasa Jawa di dalam komposisinya,” paparnya.

Gilang Ramadhan menambahkan, Monica Kezia Bunga Keinanti yang memiliki nama panggung Bunga Bangsa merupakan drumer muda binaannya yang memiliki bakat besar. Dia berharap dengan konser ini, akan semakin menguatkan semangatnya dalam bermusik.

“Saya sebagai mentornya berharap Bunga Bangsa bisa lebih berkembang, tak hanya di lancah nasional saja. Tapi juga mampu mewarnai blantika musik dunia. Apalagi di Indonesia masih sedikit drumer perempuan yang memiliki bakat dan serius mengembangkan bakatnya secara profesional,” katanya.

Bunga Bangsa merupapakan drumer muda perempuan yang menyukai genre metal dan menentukan untuk memilih genre tersebut sebagai passion dalam berkarya. Beberapa penghargaan telah diraihnya, baik di ajang kompetisi lokal maupun internasional. “Panggrantesing Jagad” merupakan single pertamanya di blantika musik nasional.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang