in

Gandeng Akademisi, Kampung Jamu Wonolopo Siap Go Nasional

Pelatihan membatik di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Sejumlah akademisi diterjunkan untuk mengembangkan potensi desa wisata di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Wilayah itu dikenal memiliki potensi unik karena sebagian besar warganya menjadi pedagang jamu gendong.

Ketua Pendamping Desa Wisata Wonolopo, Rr Dewi Handayani UN, MKom, mengatakan, dia selama dua tahun terakhir berada di tengah masyarakat untuk menggali potensi di kelurahan tersebut. Bukan hanya mengandalkan potensi sumber daya alam, tetapi juga meningkatkan kemampuan masyarakat sekitar.

“Kita sudah dua tahun ini mendampingi Kelurahan Wonolopo untuk menjadi desa wisata. Di sana banyak potensi yang bisa dikembangkan, dan salah satu yang dikenal sampai saat ini adalah sebagai Kampung Jamu,” kata Dewi, Rabu (25/8/2021).

Dosen Fakultas Teknologi dan Informatika (FTI) Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang itu menyebut, pendampingan mengarah pada multisektoral. Oleh karenanya, pihak Kampus Unisbank mengerahkan beragam disiplin ilmu untuk diterjunkan ke masyarakat.

“Misalnya yang dari TI (Teknologi Informatika) menyiapkan jaringan internet, untuk pengembangan internet sehat. Apalagi pada era sekarang di tengah pandemi Covid-19 kan kebutuhan internet sangat tinggi,” lugasnya.

“Kemudian yang dari Fakultas Pariwisata bisa pada sektor pengembangan wisatanya, wisata di Kampung Jamu. Apalagi kita (Unisbank) juga memproduksi (jamu) herbal, sehingga match (sesuai) dengan wilayah yang kita dampingi,” imbuh perempuan asli Madura Jawa Timur itu.

Sebagai wahana publikasi dan informasi juga telah dibangun website deswitawonolopo.com. Masyarakat diajak berperan aktif mengisi website agar informasi yang disajikan selalu baru dan informatif.

“Kita yang didampingi di sana langsung membuat web-nya. Kita buatkan (website) lalu silakan diisi, karena yang berkepentingan adalah mereka. Warga yang tahu persis apa yang ada di sana,” tambah dia.

Pandemi Covid-19 sempat menghambat warga untuk memperbarui isi website. Sebab, mereka mesti menerapkan protokol kesehatan dan tidak melakukan aktivitas dengan melibatkan banyak orang. Meski demikian, warga tak patah arang sehingga mampu menggelar kegiatan dengan tetap mematuhi prokes.

“Kemudian dari kita (pendamping), ya sudah ayo kita buat kegiatan yang bisa di-push (dipublikasi). Makanya kita dua hari beberapa waktu lalu ada kegiatan, dengan persetujuan pihak Kelurahan juga. Semua sesuai prokes. Bahkan Ibu Wakil Wali Kota Semarang juga hadir,” ujarnya.

Menurutnya, Kelurahan Wonolopo menjadi satu di antara lima kelurahan di Kota Semarang yang bakal melaju ke tingkat nasional dalam kompetisi desa wisata. “Wonolopo sebagai salah satu perwakilan Semarang yang dikirim untuk di lomba tingkat nasional,” tutur dia.(HS)

Share This

Daya Beli Mulai Pulih, Harap Cermat Memilih Investasi dan Asuransi

Serbuan Vaksinasi Koarmada II Di Tegal, Ganjar: Bangga, Trenyuh, Terharu