Gali Potensi Sendang Sikucing, Tim Undip Kenalkan Alat Asap Cair untuk Awetkan Hasil Tangkapan Nelayan

Foto ilustrasi: Perahu para nelayan Sendang Sikucing, Kendal.

 

HALO KENDAL – Potensi pertanian dan perikanan di wilayah pesisir laut Jawa cukup besar. Namun di sisi lain, masyarakat sekitar juga masih mengalami kendala, dalam pengembangan kedua potensi tersebut.

Hal ini yang mendorong tim Iptek Bagi Desa Binaan Undip (IDBU), yang merupakan skema kegiatan pengabdian masyarakat, membantu menggali potensi yang ada di Desa Sendang Sikucing, Kendal.

Ketua tim IBDU, Edy Yusuf mengatakan, Desa Sendang Sikucing Kabupaten Kendal, merupakan salah satu desa pesisir, dengan mata pencaharian masyarakat mayoritas merupakan nelayan dan sebagian lainnya petani.

“Salah satu kendala yang dihadapi, khususnya bagi nelayan di wilayah tersebut, terkait pengolahan ikan hasil tangkapan,” terangnya, Minggu (18/10/2020).

Menurutnya, selama ini ikan hasil tangkapan yang belum terjual hanya disimpan dalam kondisi mentah. Padahal penyimpanannya cukup lama, sehingga kualitas ikan menurun.

“Akibatnya harga jual rendah dan nelayan merugi,” imbuh Edy.

Mengatasi persoalan tersebut, tim IBDU Undip memperkenalkan teknologi tepat guna, berupa alat pengasapan cair.

“Tujuannya, dengan alat tersebut dapat mengawetkan ikan tangkapan atau hasil laut lainnya, sehingga memiliki umur simpan yang lebih lama,” terangnya.

Tidak hanya itu, dengan teknologi asap cair ini, lanjut Edy, kualitas ikan juga tidak menurun, bahkan mampu meningkatkan nilai jual ikan asap yang dihasilkan.

“Penggunaaan alat asap cair ini, menjadi solusi inovatif terkait masalah penyimpanan serta pengawetan hasil laut, yang selama ini menjadi kendala bagi para nelayan Desa Sendang Sikucing,” jelasnya.

Sementara itu, anggota tim IDBU Undip, Darwanto menambahkan, teknologi tepat guna berupa alat asap cair tersebut, juga dapat digunakan untuk membantu petani dalam pembuatan pestisida organik.

Dikatakan, pestisida organik tersebut, dapat dibuat dari sekam padi yang selama ini juga belum dimanfaatkan secara optimal.

“Cara pembuatannya pun relatif mudah, sekam padi diolah dengan alat asap cair, hingga berubah menjadi cairan yang dapat digunakan sebagai pestisida,” terangnya.

Pestisida cair dari sekam padi tersebut, dapat dimanfaatkan untuk membasmi hama pada tanaman. Jadi alat asap cair ini, tidak hanya bermanfaat bagi nelayan, tetapi petani pun juga dapat merasakan manfaatnya.

“Harapan kami dengan bisa membuat pestisida sendiri, para petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk membeli pestisida,” tambah Darwanto.

Dirinya juga berharap, dengan kegiatan pendampingan dari IBDU Undip ini, dapat menggerakan masyarakat agar dapat menerapkan hasil diskusi dan pendampingan di wilayah pesisir Desa Sendang Sikucing.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.