in

Galang Donasi, Mahasiswa Semarang Gelar “Pasar Gratis” untuk Bantu Warga Terdampak PPKM

Suasana kegiatan Pasar Gratis yang digelar oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Walisongo (AWM), baru-baru ini.

 

HALO SEMARANG – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Walisongo (AWM) merespons situasi akibat dampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan menggelar Pasar Gratis. Mereka bergotong royong menggalang donasi baik secara langsung turun ke jalan maupun secara online.

Proses penggalangan donasi dilaksanakan beberapa waktu lalu, dan sedikit terkumpul 300 kg beras, gula 50 kg, telur 20 kilogram, minyak goreng 5 karton, paket sayur 500 pcs, dan pakaian layak pakai 20 karung. Kemudian pada hasil donasi tersebut dibagikan kepada masyarakat dalam kegiatan Pasar Gratis.

Penanggung jawab Pasar Gratis, Iqbal Latief menilai pemerintah begitu lambat atas buruknya situasi sosial ekonomi masyarakat yang terjadi hingga hari ini. “Kami ingin sedikit membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak PPKM atau pendemi,” ungkapnya, baru-baru ini.

Pasar gratis tersebut diselenggarakan dalam bentuk stand berjalan yang didirikan oleh kelompok kolektif, yakni para mahasiswa UIN Walisongo.

“Sebelumnya, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghimpun donasi guna menyediakan kebutuhan pokok berupa sembako, sayur mayur, baju layak pakai. Hasil donasi tersebut kemudian dibagikan ke masyarakat secara gratis,” terangnya.

Selain secara langsung dapat membantu meringankan beban masyarakat, lanjut dia, aksi tersebut juga merupakan bentuk protes terhadap belum bagusnya manajemen pemerintah dalam menghadapi pandemi.

“Khususnya kelambatan dan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan sosial. Lebih parahnya, tidak sedikit bantuan sosial tersebut dikorupsi,” papar dia.

Menurutnya, situasi pendemi secara otomatis mempengaruhi sirkulasi ekonomi, terlebih dengan adanya kebijakan PPKM belakangan ini yang membatasi aktivitas masyarakat.

“Secara signifikan, hal ini menjadi faktor penurunan pendapatan dan kemampuan daya beli kebutuhan pokok bagi rakyat kecil,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, proses vaksinasi juga harus dibarengi dengan jaminan terpenuhinya kebutuhan pokok bagi warga terdampak pandemi.(HS)

Share This

Masih Berkah Kemerdekaan, Belasan Napi Lapas Semarang Bebas Asimilasi Dan PB

Peringati Tahun Baru Islam dan HUT RI, Forkopimcam Weleri Gelar Zoom Meeting Bersama Bupati Kendal