in

Gagal Menang, Persijap Kritik Gol Dianulir dan Pergantian Pemain

Striker Persijap Jepara Prisca Womsiwor dikepung pemain Hizbul Wathan FC. (Foto: istimewa)

 

HALO SPORT – Persijap Jepara gagal menang saat menghadapi Hizbul Wathan FC yang bermain dengan 10 orang di pertandingan Grup C Liga 2 2021. Dalam duel di Stadion Manahan, Solo, Senin (27/9/2021), Persijap bermain imbang 1-1. Pelatih dan direktur klub kompak mengritik dianulirnya gol Persijap. Begitu pula sistem pergantian pemain yang terkesan aneh.

Persijap sesungguhnya mampu menunjukkan permainan terbaik. Mereka mendominasi dan langsung unggul saat Crah Angger mencetak gol pada menit 14.

Setelah unggul 1-0, serangan Laskar Kalinyamat tak menurun. Tim asuhan Jaya Hartono intensif melakukan tekanan meski gagal menambah gol.

Di babak kedua, permainan mereka tak berubah. Apalagi HWFC kehilangan seorang pemain setelah Achmad Bachtiar mendapat kartu kuning kedua yang disusul dengan kartu merah di menit 62.

Bukannya memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, Persijap malah kebobolan. Hanya empat menit berselang setelah diusirnya Bachtiar, HWFC justru mencetak gol yang menyamakan skor. Gol HWFC dihasilkan Bayu Arfian melalui tendangan dari dalam kotak penalti. Skor 1-1 bertahan sampai akhir pertandingan.

Hasil imbang itu membuat pelatih Jaya Hartono kecewa. Pasalnya, tim berpeluang menang. Namun dua gol Persijap oleh Iqmal Nur Samsu dan Prisca Elisa Womsiwor yang seharusnya bisa mengubah hasil akhir pertandingan dianulir wasit karena mereka dianggap offside.

“Setelah unggul di babak pertama, kami justru kecolongan. Selain itu kami dicurangi dengan dianulirnya dua gol. Ini membuat mental pemain langsung menurun,” ujar Jaya.

Pelatih Persijap juga menyoroti sistem pergantian pemain yang dinilai aneh. Selama ini pergantian pemain bebas dilakukan di babak pertama atau kedua. Namun di kompetisi ada aturan hanya ada dua pergantian pemain di babak pertama dan tiga di babak kedua.

“Pergantian pemain tentu merupakan strategi pelatih. Dari menit ke menit, kami selalu mengamati permainan. Tetapi ini ada aturan pergantian pemain dibatasi dua saja di babak pertama dan tiga pergantian di babak kedua,” ucapnya.

Sementara, Direktur Operasional Persijap Arief Setiadi menuturkan bila tidak ada kesalahan dari dua gol itu. Mereka dalam posisi onside dan golnya tak perlu dianulir.

“Kami menyayangkan kepemimpinan wasit. Kami seharusnya meraih poin penuh di pertandingan ini,” kata Arief.

“Namun kami juga akan melakukan evaluasi karena gol lawan tercipta karena kelengahan di lini belakang,” ujar dia.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Selasa (28/9/2021)

Peringatan HSN 2021, Kepala BPS: Survei Kepatuhan Prokes di Kendal Cukup Tinggi