FTIK USM Beri Pelatihan e-Commerce pada UMKM Kampung Sirih

Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) memberikan pelatihan manajemen tentang perdagangan secara elektronik atau e-commerce kepada UMKM di Kampung Sirih, Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) baru-baru ini memberikan pelatihan manajemen tentang perdagangan secara elektronik atau e-commerce kepada 15 peserta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kampung Sirih, Kelurahan Wonodri, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Terdiri dari tiga dosen yang terjun memberikan pelatihan, yaitu Lenny Margaretta H, SKom, MKom, Titis Handayani, SKom, MCs, dan Rastri Prathivi, MKom. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer FTIK USM dengan menerapkan protocol Kesehatan.

Menurut Titis Handayani, pelatihan ini merupakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat guna membantu masyarakat dalam peningkatan usaha.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana memberikan sebuah pelatihan dalam memanfaatkan salah satu e-commerce khususnya dalam hal ini pelatihan menggunakan marketplace Tokopedia,” katanya.

“Para peserta diajari bagaimana awal mula membuka toko di tokopedia, memasukkan beberapa foto barang yang akan dijual, pemilihan pengiriman, cara pengisian data barang yang akan dijual, dan pemanfaatan feature lain,” tambah Titis.

Titis berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi digital bagi pelaku UMKM agar dapat dengan mudah memasarkan produknya di marketplace atau pasar elektronik. Selain itu, supaya siap bersaing dengan produk lain.

Selama ini, permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM Kelurahan Wonodri adalah cara memasarkan produknya yang sebagian besar UMKM memanfaatkan grup media sosial. Dengan begitu, lanjutnya, pemasaran dari produk-produk mereka masih pada skala lingkup yang belum luas.

“Seperti pemasaran produk hanya dengan yang berteman saja atau dalam satu grup sehingga pemasaran dari barang-barang mereka belum optimal,” katanya.

Menurutnya, tidak hanya itu saja, pelaku UMKM merasa belum berani menggunakan atau memanfaatkan perdagangan secara elektronik atau e-commerce. Para pelaku UMKM di Kampung Sirih lebih memanfaatkan perdagangan secara elektronik untuk berbelanja barang atau sebagai pembeli.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.