Fokus Tangani Penyebaran Covid-19 Di Ponpes, PLT Bupati Kudus Gencar Suplai APD Dan Sarpras Kesehatan

Pelaksana Tugas Bupati Kudus HM Hartopo (Foto : kuduskab.go.id)

 

HALO KUDUS – Pemkab Kudus melakukan beragam upaya untuk menyelamatkan warganya dan menghentikan penyebaran Covid-19. Salah satu upaya yang gencar dilakukan adalah memberikan bantuan alat pelindung diri (APD), ke pondok-pondok pesantren.

“Saya berharap agar kita semua tetap waspada, mengingat pandemi sampai saat ini masih terjadi. Perlu menjadi perhatian kita semua, terhadap penerapan protokol kesehatan, agar aktivitas di ponpes lancar tanpa kendala,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus, HM Hartopo ketika menyerahkan bantuan APD dan hibah sarpras kesehatan sebesar Rp 53.603.500, secara simbolis kepada ponpes Mambaul Falah, Kecamatan  Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu (21/11).

Lebih lanjut Hartopo menyatakan yakin, bahwa penerapan protokol kesehatan secara ketat, menjadi kunci utama dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.

Tindakan seperti mengecek suhu badan sebelum santri masuk kelas, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, dan memakai masker juga perlu terus dibiasakan.

“Saya yakin jika penerapan Prokes dijalankan, maka penyebaran Covid-19 bisa ditekan dan tidak akan menjadikan kluster baru,” ujarnya.

Selain itu, kedatangan Plt. Bupati Kudus bermaksud untuk tetap merawat tali silaturahmi dengan para kiai di Kudus. Menurutnya, sinergitas antara umara dan ulama perlu ditingkatkan, utamanya dalam menghadapi pandemi.

“Alhamdulillah bisa silaturahmi dengan kiai. Kita bangun sinergitas yang baik antara umara dan ulama,” imbuhnya.

Plt Bupati Kudus juga memohon maaf, karena terlambat dalam memberi bantuan. Hal itu karena Pemkab Kudus harus terlebih dulu melakukan realokasi anggaran. Walaupun demikian, Pemkab tetap berkomitmen menjadikan bantuan kepada ponpes sebagai prioritas.

“Mohon maaf Karena penyerahan APD terlambat dan baru saat ini diserahkan. Walaupun bantuan ini tidak sesuai yang diharapkan karena dihitung dari rasio/perbandingan para santri yang ada belum mencukupi, tapi inilah anggaran dari Pemkab yang telah kami usahakan semaksimal mungkin, semoga bermanfaat,” kata dia.

Sementara itu, KH Afandi Shidiq, pengasuh ponpes Mambaul Falah, mengatakan kunjungan Plt Bupati ini berarti pesantren sudah bisa lebih dekat dengan pemerintah. Dengan demikian, warga pesantren juga bisa mengenal lebih dalam program-program dari beliau.

“Alhamdulillah dengan silaturahmi ini dapat mengenal lebih dekat sosok pemimpin Kabupaten Kudus, kami atas nama pengasuh dan para santri mengucapkan terima kasih,” ungkapnya.

KH Afandi Shidiq juga mengatakan bahwa semenjak adanya Covid-19, banyak kegiatan rutin di ponpes yang tertunda. Oleh karena itu pihaknya meminta izin oleh Plt Bupati Kudus, agar dapat kembali melaksanakan kegiatan rutin seperti dzikir mingguan, ngaji thoriqoh, dan sebagainya.

“Kami para pengasuh ponpes meminta izin kepada Plt Bupati, untuk kembali melaksanakan kegiatan rutin kami dengan tetap menerapkan protokol kesehatan serta pembatasan jumlah jamaah, semoga bapak Plt Bupati mengizinkan,” tutupnya. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.