Fokus Pembinaan Sepak Bola Usia Muda

Bambang Irawan/dok.

 

HALO PURBALINGGA – Begitu terpilih sebagai ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Purbalingga masa bakti 2021-2025, HR Bambang Irawan ingin segera bekerja.

Fokus yang pertama adalah membentuk kepengurusan Askab PSSI Purbalingga dengan menggandeng berbagai unsur, seperti praktisi sepak bola dan warga Purbalingga yang mau, mampu, dan peduli terhadap sepak bola Purbalingga.

‘’Fokus berikutnya tentu lebih kepada pembinaan sepak bola usia muda dengan menyelenggarakan kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan. Dari situ kita dapat mengetahui dan mendapatkan bibit-bibit pesebak bola Purbalingga, dan mudah-mudahan bisa berlanjut ke jenjang senior,’’ ungkap BI, panggilan akrab Bambang Irawan, Senin (22/3/2021).

Mengenai pendanaan, selain bersumber dari KONI yang merupakan hibah APBD Kabupaten Purbalingga, Askab juga dapat menggali dana dari bantuan pihak swasta.

BI menjelaskan, dalam melakukan pembinaan sepak bola tentu akan lebih optimal apabila ada dukungan dari semua stakeholder, pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta. Karena itu, Askab mempunyai keinginan untuk menjalin kerja sama dengan pihak swasta.

‘’Kami tidak mempunyai target khusus dalam jangka pendek, tapi dalam waktu dekat setelah pengurus Askab PSSI disetujui dan dilantik Asprov PSSI Jateng, kami akan membenahi organisasi, menyamakan persepsi sekaligus menyusun program kerja,’’ ujar ketua DPRD dan ketua DPC PDIP Kabupaten Purbalingga ini.

BI, yang juga ketua umum Harley Owners Club (HOC) Indonesia, berharap prestasi sepak bola di Kabupaten Purbalingga bisa moncer lagi.

Persibangga saat namanya masih Persap mampu menjadi juara Liga Divisi II Nasional pada musim kompetisi 2010-2011.

Prestasi itu terbilang spektakuler.
Sebab, sebelumnya Purbalingga dianggap bukan kiblat sepak bola di wilayah Banyumas, Jateng, atau bahkan nasional.

Prestasi tersebut terus menjulang, karena Persap yang namanya berubah menjadi Persibangga pada musim kompetisi 2011-2012 menjadi runner up di Liga I Nasional.

Prestasi itu membuat Persibangga pada musim kompetisi berikutnya mampu bertarung di kancah sepak bola profesional. Namun, sepak bola profesional memang penuh tantangan.

Mulai dari sumber daya manusia dan sumber dana. Karena secara manajemen belum siap berlaga di sepak bola professional, Persibangga akhirnya kembali turun ke Liga III yang notabene merupakan liga amatir.

‘’Kami optimistis sepak bola Purbalingga bisa bangkit jika ditangani dan ditata dengan benar. Kami mohon dukungan semua pihak agar mampu mengemban tugas ini dengan baik,’’ tutur pengidola Lionel Messi dan Bambang Pamungkas itu.

BI (44) memang aktif di berbagai organisasi. Bapak dua anak berbintang Libra ini juga menjabat sebagai ketua umum Karang Taruna Kabupaten Purbalingga, ketua Persatuan Catur Indonesia (Percasi) Kabupaten Purbalingga, penasihat Taekwondo Indonesia (TI) Purbalingga, dan majelis sabuk hitam Indonesia (Masahi) Kei Shin Kan Karate do Indonesia.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.