in

Fokus Pembangunan di Semarang Berubah, Sektor Pariwisata Bakal Geser Sektor Industri

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat mengunjungi Kampubg Jawi di Gunungpati.

 

 

HALO SEMARANG – Upaya Pemkot Semarang untuk menggeser fokus pembangunan dari sektor industri ke sektor pariwisata terus diupayakan. Namun hal itu membutuhkan banyak inovasi dan kreatifitas, mengingat Kota Semarang tidak punya warisan budaya asli yang kuat seperti Jogja atau Solo.

Untuk itu menurut Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, pengembangan sektor pariwisata Kota Semarang kemudian diarahkan untuk menggali kekayaan dan kearifan budaya lokal yang dimiliki warganya.

“Kami mencoba keluar dari pakem dengan mengangkat kearifan lokal di Kota Semarang, seperti keragaman budaya yang sangat kaya. Tantangan ini melibatkan kepekaan dalam melihat sekeliling, yang terus didorong dan diupayakan melalui konsep bottom up, sehingga semua pihak dapat terlibat,” kata pria yang biasa disapa Hendi ini.

Konsep dan semangat bottom up memang didorong secara serius oleh Hendi dalam pembangunan Kota Semarang, termasuk dalam pengembangan sektor pariwisata.
Dengan menyesuaikan potensi, kekayaan serta kearifan lokal yang dimiliki warga maka potensi yang digarap akan berkembang maksimal, dari, oleh, dan untuk masyarakat.

Hendi mencontohkan dari semangat pengembangan kampung wisata budaya Kampung Jawi yang terdapat di Kalialang, Gunungpati. Wisata budaya itu lahir dari keinginan warga setempat untuk mempertahankan budaya asli daerah di tengah tantangan era digital serta globalisasi saat ini. Berbagai agenda wisata pun dihelat untuk semakin mengangkat potensi di Kampung Jawi.

Salah satunya, penyalaan 1.000 obor di Lapangan Kampung Jawi, Sabtu,(17/8/2019) lalu. Dibuka langsung oleh Wali Kota Hendi, acara yang dihelat untuk memeriahkan HUT ke-74 RI, sekaligus menjadi agenda wisata guna animo wisatawan untuk menikmati budaya lokal wilayah tersebut. Kegiatan positif yang datang dari inisiatif dan pemberdayaan warga ini sangat didukung oleh Pemerintah Kota Semarang.

“Selain untuk menyemarakkan HUT ke-74 RI, penyalaan seribu obor juga dimaksudkan sebagai pertanda membakar berbagai hal negatif yang ada di NKRI untuk kemudian bersatu bersama membangun kebersamaan serta Kota Semarang dan bangsa Indonesia,” ungkap Hendi.

Memasuki area Kampung Jawi, wisatawan akan langsung disambut wayang raksasa yang dilukis di atas jalan. Menyusuri gang, wisatawan juga akan dihibur dengan alunan musik khas kesenian gamelan, tek-tek, karawitan, dan jathilan dari sanggar-sanggar kesenian yang ada di Kampung Jawi tersebut. Sebelum diubah menjadi Kampung Jawi, Kalialang dikenal sebagai daerah yang kering dan rawan longsor.

Dipaparkan Hendi, kawasan Kalialang yang telah bertransformasi menjadi sebuah kampung yang sangat menarik berhias lukisan mural bertemakan budaya Jawa saat ini menunjukkan kemajuan yang pesat.

“Dapat dilihat kawasan ini sekarang semakin ramai dan banyak dikunjungi wisatawan sehingga roda perekonomian terus bergerak dan meningkatkan ekonomi warga,” tandasnya Hendi.(HS)

Pemprov Jateng Gandeng Mahasiswa KKN Kembangkan Desa Wisata

Namanya Masuk Bursa Calon Mendagri, Ganjar: Aku Ngurusi Jawa Tengah Wae