Final, Alih Fungsi Pangkalan Truk Jadi Islamic Center Batang

Wakil Bupati Batang, Suyono. (Foto : Batangkab.go.id)

 

HALO BATANG – Pemkab Batang mengedepankan solusi tanpa kekerasan, dalam masalah alih fungsi pangkalan truk Banyuputih menjadi Islamic Center.

Karena itu Pemkab akan memberi waktu hingga akhir Desember, kepada penyewa lahan dan kios di lahan tersebut, untuk segera pindah. Jika hingga batas waktu yang telah ditentukan masih tidak ada yang bertahan, Pemkab Batang tetap akan melakukan tindakan tegas dan tetap melanjutkan rencana pembangunan tersebut.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Batang, Suyono berkaitan rencana Pemkab untuk alih fungsi pangkalan truk Banyuputih menjadi Islamic Center.

Menurut Suyono, lahan tersebut sebenarnya adalah milik negara. Negara juga wajib untuk mengubah hal yang tidak baik menjadi baik, dan keputusan untuk pembangunan Islamic Center di tempat itu sudah final.

Pembangunan Islamic Center direncanakan menghabiskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 37.000.000.000,00 yang akan dilaksanakan secara dua tahap yaitu tahun 2021 dan tahun 2022.

“Pemkab Batang sudah melakukan sosialisasi hingga teguran, namun hingga kini masih ada kendala yang muncul,” ungkapnya.

Pemkab Batang juga akan menyiapkan data tersebut dalam kunjungan bersama untuk menindaklanjuti dan mencari solusi, bersama pihak yang menolak. Jika kujungan dan sosialisasi tetap tidak diterima berarti Pemkab Batang punya hak untuk melaksanakan pembangunan.

“Termasuk uang bantuan, jika tidak diterima akan dikembalikan ke kas daerah. Terpenting itu harus melangkah secara baik dan tidak dengan cara kasar. Pada intinya pembangunan Islamic Center Batang sudah final keputusan Pemerintah Daerah dan tetap dilakukan,” kata dia.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang, Murdiyono mengatakan akan menutup pangkalan truk Banyuputih tersebut. Selain itu pihaknya akan mendata para penyewa kios atau lahan, sesuai prosedur hukum. Saat ini di tempat tersebut terdapat 82 penyewa kios dan 22 penyewa lahan tanah.

Dishub Batang juga melakukan sosialisasi kepada para penyewa kios dan lahan. Untuk selanjutnya, pihaknya akan mendatangi para penyewa, untuk meminta tanda tangan mereka pada surat kesanggupan membongkar kios.

Diharapkan, proses alih fungsi pangkalan truk Banyuputih menjadi Islamic Center Batang dapat berjalan lancar, karena Pemkab Batang bisa diajak diskusi dengan baik.

“Kami juga didukung oleh Polres Batang, Kejaksaan Batang, Kodim 0736 Batang dan seluruh Ormas agama di Kabupaten Batang,” kata dia.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Joko Tetuko mengatakan pihaknya akan memberikab bantuan dana bagi penyewa kios atau lahan di pangkalan truk Banyuputih.

Nominal uang kerahiman antara penghuni adalah berdomisili Kabupaten Batang dan yang bukan berbeda. Untuk masyarakat berdomisili Kabupaten Batang dapat Rp 3.000.000. Adapun untuk yang bukan warga Batang, mendapat Rp 1.000.000.

“Bantuan tidak mencapai Rp 5.000.000 seperti rumor yang beredar di masyarakat,” kata dia.

Uang bantuan dana yang biasa disebut uang kerahiman itu, sudah bisa dicairkan hingga 18 Desember 2020.

“Jika tidak segera diambil, sangat rugi sekali, karena pembangunan tetap akan dilakukan sesuai jadwal yang sudah direncanakan” kata dia.

Diharapkan, kesadaran masyarakat yang di lokasi pangkalan truk Banyuputih dapat memahami, karena ini untuk kemajuan Kabupaten Batang sendiri bahwa akan ada Islamic Center Batang. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.