FIK Unnes Jalin Kerja Sama Dengan KONI Kendal, Gelar Webinar Penanganan Cedera

Mahasiswa PKL Unnes bersama Pengurus KONI Kendal, usai melaksanakan webinar penanganan cedera di Kantor KONI Kendal, Rabu (18/11/2020).

 

HALO KENDAL – Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan kerja sama dengan KONI Kabupaten Kendal, yang diwujudkan oleh Mahasiswa Paktik Kerja Lapangan (PKL), dengan menggelar Pengetahuan Penanganan Cidera Saat Olahraga melalui Webinar, Rabu (18/11/2020).

Sebagai nara sumber dalam kegiatan secara daring tersebut, Sri Sumartiningsih selaku Dosen Penanganan Perawatan Cedera (PPC) Unnes dan Slamet, selaku Masseur atlet Kendal, serta diikuti oleh seluruh atlet cabang olahraga yang ada di Kabupaten Kendal.

Sedangkan di Kantor KONI Kendal, acara dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Kabupaten Kendal, Sunari Sofyan, dan dihadiri lima mahasiswa PKL Unnes.

Menurut salah satu mahasiswa Unnes, Tedo Khairun, kerja sama yang ditandatangani pada 19 Oktober 2020 lalu tersebut, adalah sebagai pelaksanaan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes.

“Karena masa pandemi Covid-19, maka kegiatan pengetahuan penanganan cedera dilaksanakan secara daring. Dengan diikuti 82 atlet cabang olahraga yang ada di Kabupaten Kendal,” terangnya.

Dikatakan, tujuan dalam pelatihan ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan cedera olahraga, kepada para atlet.

Terkait macam-macam cedera olahraga di aantaranya lokasi cedera, faktor-faktor penyebab terjadinya cedera olahraga, penanganan pada cedera olahraga, dan upaya pencegahan terjadinya cedera olahraga.

“Setiap lulusan dan mahasiswa FIK diharapkan memiliki kemampuan untuk dapat mencegah dan menangani cedera yang terjadi,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua KONI Kabupaten Kendal Bidang Binpres, Sunari Sofyan dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada mahasiswa PKL Unnes, yang sudah memfasilitasi kegiatan webinar ini.

“Semoga dengan adanya pelatihan ini, bisa bermanfaat dan menambah wawasan terutama terkait cedera kepada para atlet Kendal,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen PPC Unnes, Sri Sumartiningsih dalam penyampaian materinya mengatakan, setiap pelaku olahraga memiliki resiko mengalami cedera saat melakukan aktivitas fisik, seperti pada pendidikan jasmani, olahraga prestasi maupun olahraga kebugaran.

“Oleh karena itu, penting bagi atlet dan pelatih mengetahui bagaimana penatalaksanaan cedera olahraga, sehingga tidak akan menyebabkan cedera yang lebih parah,” jelasnya.

Dalam paparannya, Sri Sumartiningsih
menjelaskan dasar-dasar mengenai apa saja yang dapat menyebabkan cedera, dan bagaimana sebagai pelatih menangani masalah cedera tersebut.

“Setiap atlet setelah cedera, perlu dilatih kembali ototnya sehingga semakin cepat sembuh dari cedera tersebut,” ungkapnya.

Dia mengatakan, mempelajari mengenai cedera atlet sangat diperlukan, khususnya untuk mengetahui atlet tersebut mengalami cedera di bagian tubuh yang mana.

“Ini bukan hanya dikhususkan untuk diketahui atlet, sebagai seseorang yang gemar olahraga juga perlu mengedukasi diri mengenai cedera,” tandas Sri Sumartiningsih.

Dia pun juga menjelaskan, idealnya yang memutuskan kapan atlet kembali beraktivitas setelah cedera adalah dokter dengan mempertimbangkan keselamatan atlet terlebih dahulu, baru dikomunikasikan dengan atlet, pelatih, dan penanggung jawab.

“Sebagai kesimpulan, saya mengimbau sebelum melakukan olahraga. Pertama, sebaiknya diperhatikan terlebih dahulu adalah fungsi vital yang ada pada tubuh kita, dan yang kedua lakukan pemanasan yang cukup sebelum melaksanakan olahraga,” tukasnya.

Nara sumber lain, Slamet Riyadi mengatakan, salah satu tujuan berolahraga adalah untuk menjaga kebugaran jasmani.

Namun apabila olahraga tidak diikuti dengan kaidah-kaidah olahraga akan menyebabkan terjadinya cedera, salah satunya adalah cedera lutut.

“Pulihnya cedera sangat tergantung pada penatalaksanaan pertolongan pertama dan perlakuan selanjutnya, baik dari medis, terapis maupun atlet itu sendiri,” terangnya.

Dijelaskan oleh Slamet, ada teori pengembangan self massage dan exercise therapy pada penanganan cedera lutut secara mandiri untuk membantu pemulihan secara cepat dan tepat, sehingga dapat kembali beraktifitas olahraga dengan nyaman.

“Saya menyarankan kepada para atlet olahraga, agar dapat memanfaatkan adanya metode penatalaksanaan self massage dan exercise therapy ketika mengalami cedera lutut ringan,” jelasnya.

Ketua KONI Kabupaten Kendal, Subur Isnadi didampingi Sekretaris, Wahyu Widianto, juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang terjalin bersama FIK Unnes ini.

Menurutnya dengan kerja sama ini, bisa menambah jalinan silaturahmi menambah wawasan bagi semua atlet dan bisa meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Kendal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan Unnes yang telah memberikan perhatian besar kepada dunia olahraga di Kabupaten Kendal,” ungkap Subur. (HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.