in

FFT 2021, Bupati Tegal : Film Membantu Mengenalkan Potensi Desa

Bupati Tegal Dra Hj Umi Azizah, ketika membuka kelas kreatif dalam FFT 2021. (Foto : Tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Film sebagai salah satu subsektor industri kreatif, tumbuh dengan baik di Indonesia. Selain sebagai media promosi, film juga paling efektif untuk membangkitkan subsektor industri kreatif lain.

“Melalui film, kita dapat menghadirkan banyak subsektor sekaligus. Dengan demikian, film bisa menjadi lokomotif bagi pengembangan industri kreatif,” kata Kepala Dinas Kominfo, Dessy Arifianto, seperti dirilis Tegalkab.go.id.

Penjelasan itu disampaikan Dessy, berkaitan dengan Festival Film Tegal (FFT) 2021, yang diselenggarakan Dinas Kominfo Kabupaten Tegal. Festival yang digelar untuk kali kedua ini, untuk mewadahi, serta mengapresiasi keinginan dan kreatifitas para sineas di Tegal dan sekitarnya.

Menurutnya, potensi perfilman di wilayah Tegal raya begitu besar. Hal ini terlihat pada FFT 2019, di mana saat itu komunitas film dan pelajar mengirimkan 37 film pendek, untuk beradu memperebutkan juara.

Dia memperkirakan terdapat 34 komunitas dan sekolah, yang aktif memproduksi dan mengikuti kegiatan perfilman di wilayah Tegal.

Untuk pelaksanaan FFT tahun ini, dilaksanakan secara virtual karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Tema besarnya pun menyesuaikan situasi pandemi, yaitu “Herd Creativity” atau kreatifitas kelompok, mencomot ide dari istilah herd immunity (kekebalan kelompok).

Rangkaian kegiatan diawali dengan kelas kreatif, Sabtu dan Minggu, 14-15 Agustus 2021 lalu, diikuti 298 peserta dari seluruh Indonesia. Mereka berasal dari Aceh, Lampung, Medan,  Kalimantan , Sulawesi,  Maluku, Pulau Jawa, dan utamanya Tegal raya.

Dalam seminar kelas kreatif secara virtual ini, hadir dua narasumber dari generasi milenial yang sukses di dunia perfilman. Mereka adalah Sidharta Tata (penulis dan sutradara) serta Jason Iskandar (Founder dan CEO Studio Antelope).

Adapun kegiatan utama, yakni pemilihan film terbaik, dikhususkan untuk pelajar, mahasiswa, komunitas perfilman dan masyarakat umum Kabupaten Tegal dan sekitarnya.

Bagi masyarakat yang akan mengikuti kegiatan ini, syarat dan ketentuannya bisa dilihat di https://bit.ly/daftarFFT2021. Pendaftaran dimulai dari tanggal 15 Agustus sampai 15 Oktober 2021.

Pemutaran film sekaligus penilaian dewan juri, dilaksanakan pada 22-24 Oktober 2021 melalui kanal Youtube. Adapun pengumuman pemenang, sekaligus malam penganugerahan, akan diselenggarakan 27 Oktober 2021.

Berbagai kategori penghargaan sudah disiapkan, antara lain untuk pelajar mahasiswa adalah ide cerita, film pendek, sutradara, dan pemeran utama terbaik. Demikian juga untuk peserta dari masyarakat umum, mendapatkan penghargaan dengan kategori yang sama. Selain itu ada juga penghargaan untuk Film Favorit pilihan penonton yang dilihat dari jumlah “like” di akun Youtube peserta, serta film favorit pilihan Dewan Juri.

Ketika membuka kelas kreatif FFT 2021, Bupati Tegal Umi Azizah menyampaikan film sangat membantu mengenalkan potensi desa dan produk unggulannya ke publik, ke pasar yang imbasnya adalah peningkatan omset penjualan.

Menurut Bupati, dulu orang tidak banyak mengenal Desa Luwijawa di Kecamatan Jatinegara. Tetapi lewat karya film dokumenter, berbagai potensi dan keungulan wilayah itu pun dikenal oleh publik di luar Tegal.

Desa ini dikenal dengan pertunjukan seni tari sintren-nya, durian Jatranya, hingga kopi lembut bakir-nya. “Artinya, melalui tayangan film, kita bisa menghadirkan banyak subsektor sekaligus. Sehingga boleh dikatakan, film adalah jendela bagi perkembangan sektor usaha ekonomi kreatif dan sektor usaha lainnya,” kata Umi Azizah.

Untuk itu dia menyatakan sangat mendukung diselenggarakannya Festival Film Tegal 2021 ini, sebagai wujud apresiasi dari kerja kolaborasi pemerintah dengan komunitas pelaku perfilman. Dia menilai komunitas perfilman terus bersemangat dan terus berkarya, meskipun saat ini masih dalam situasi sulit akibat pandemi Covid-19.

Bupati Umi Azizah berpesan, agar FFT tidak hanya menjadi momentum bagi para pembuat film, untuk mendapatkan apresiasi publik, melainkan juga membuka kesempatan lebih besar bagi pembuat film untuk terus berkarya dan berkelanjutan. (HS-08)

Share This

Relawan Donor Darah Temuireng Pemalang Dikukuhkan Bupati

PSIS Resmi Rekrut Mantan Gelandang Bali United