in

Fenomena Bediding, Udara Terasa Dingin Saat Malam Hari

Foto ilustrasi udara dingin.

 

BEBERAPA orang tengah berbincang di pelataran sebuah kos yang ada di wilayah Banyumanik Kota Semarang. Selain mebicarakan mengenai Covid-19, mereka juga berbincang terikait suhu udara pada malam hari yang tak seperti biasanya.

Baju tebal dan sarung mereka kenakan sambil sesekali tangan mendekap di tengah asiknya pembicaraan itu.

Satu di antara pemuda yang tengah asyik berkumpul itu berujar, suhu pada malam hari sangat dingin, berbeda dengan beberapa pekan lalu.

“Kenapa ya suhu malam hari ini terasa sangat dingin. Tapi kalau siang panas,” tanya pemuda yang mengaku bernama Rizki, Senin (26/7/2021) malam.

Tak terasa waktu menunjukkan hampir tengah malam. Suhu pun terasa semakin rendah. Sebelum mereka mengakhiri perbincangan untuk beristirahat. Doni, satu di antara teman Rizki juga ikut berkomentar mengenai rendahnya suhu pada beberapa malam hari terakhir.

“Tidak seperti biasanya ini, padahal tidak musim hujan,” ujar Doni sambil mendekap tangannya.

Terpisah, saat dihubungi halosemarang.id, Selasa (27/7/2021), Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Iis Widya Harmoko mengatakan, fenomena suhu dingin yang terjadi pada beberapa malam hari hampir merata di Pulau Jawa.

Diungkapkannya, fenomena suhu dingin ini terjadi secara alamiah yang umum pada bulan-bulan puncak musim kemarau. Memasuki musim kemarau curah hujan akan terjadi lebih sedikit. Hal ini terjadi disebabkan kondisi matahari bersinar terik.

“Keadaan suhu udara menjadi sangat dingin menjelang malam hingga pagi, sementara di siang hari suhu melonjak hingga panas menyengat,” tuturnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun halosemarang.id, kondisi suhu dingin pada malam hari yang dirasakan beberapa hari terakhir disebut oleh masyarakat Jawa dengan istilah bediding.

Fenomena bediding biasa terjadi ketika memasuki musim kemarau. Tepatnya pada bulan Mei hingga Agustus. Dalam istilah bahasa Jawa, bediding merupakan perubahan suhu yang mencolok khususnya di awal musim kemarau dan suhu udara terasa dingin pada malam hari.(HS)

Share This

Truk Muatan Batu Tabrak Pagar Warga, Satu Orang Meninggal Dunia

Soal Percepatan Vaksinasi, Ganjar : Kita Siap, Tinggal Vaksinnya Aja