in

Fasilitas Olahraga di Kota Semarang Mulai Dibuka

Aktivitas warga yang berolahraga di Tri Lomba Juang, Semarang, Minggu (29/8/2021).

 

HALO SEMARANG – Pemkot Semarang mulai membuka pusat olahraga Tri Lomba Juang, setelah berhasil menjadi kota besar pertama di Jawa dan Bali yang menurunkan status dari Level 4 ke Level 3, Minggu (29/8/2021).

Merujuk Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, Level 2 di wilayah Jawa dan Bali, pembukaan fasilitas olahraga di Kota Semarang tersebut dijalankan berdasar pada Instruksi Wali Kota Semarang nomor 3 tahun 2021 tentang PPKM level 3.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun mempersilakan masyarakat untuk kembali melakukan kegiatan olahraga di ruang terbuka sesuai aturan yang berlaku saat ini. Namun dirinya menimbau agar kegiatan olahraga dilakukan secara individu atau maksimal 4 orang jika berkelompok, serta tidak melibatkan kontak fisik.

“Dibukanya kembali fasilitas olahraga ini sebagai tindak lanjut atas turunnya status Kota Semarang menjadi PPKM Level 3. Kita jalankan sesuai aturan dengan merujuk instruksi Mendagri. Selain dari sisi olahraganya sendiri, harapannya juga bisa menggerakkan kembali roda perekonomian di sekitar fasilitas olahraga yang ada di Kota Semarang,” tutur Hendi, sapaan akrabnya.

“Tapi pesan saya, bahwa turunnya level PPKM Kota Semarang ini belum final, maka jangan menjadi euforia. Penerapan protokol kesehatan harus secara tertib dilakukan, terutama menghindari kerumunan untuk mengantisipasi penularan. Ini penting supaya kasus Covid-19 di Kota Semarang tidak lagi meningkat,” tekannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang, Suhindoyo menyebutkan, awalnya Tri Lomba Juang akan dibuka kembali pada tanggal 23 Agustus 2021. Namun untuk mengantisipasi euforia masyarakat, pihaknya terlebih dahulu melakukan pengecekan lokasi.

“Karena perkembangan Covid-19 di Kota Semarang menurun, dan adanya Instruksi Menteri tersebut, serta masukan dari pedagang setempat, kami membuka TLJ pada hari ini. Alhamdulillah jumlah tidak terlalu banyak dan semuanya telah mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Dengan dibukanya kembali salah satu fasilitas olahraga di Kota Semarang tersebut, pihaknya perlu menerapkan pembatasan dan memberlakukan syarat-syarat protokol kesehatan yang ketat.

Antara lain meningkatkan jumlah petugas dari UPTD, pengunjung wajib menunjukkan bukti telah divaksin, penerapan protokol kesehatan, serta pengendalian kapasitas pengunjung.

Sedangkan untuk jam operasional akan diberlakukan hanya pada pukul 06.00-10.00 WIB dan pukul 15.00-18.00 WIB.(HS)

Share This

PTM Terbatas Digelar Besok, Orang Tua Peserta Didik Buru Keperluan Sekolah

Berpotensi Jadi Petarung Perempuan Paling Dominan