in

Fakultas Kesehatan Udinus Resmikan Desa Penadaran Sebagai Desa Binaan

Peresmian Desa Binaan Udinus dengan penyerahan jamban di Kabupaten Grobogan.

 

HALO SEMARANG – Untuk mendapatkan kesesuaian terhadap indikator keberhasilan pada Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan (PHP2D) Clean Water Project di Desa Penadaran, Kabupaten Grobogan yang dijalankan oleh BEM FKES UDINUS, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) lakukan kegiatan monitoring rutin terhadap desa binaan tersebut pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Pemantauan terhadap kegiatan PHP2D tersebut dijalankan oleh Universitas Dian Nuswantoro melalui Biro Kemahasiswaan UDINUS dan Fakultas Kesehatan.

Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan jamban yang merupakan bentuk kerja sama dengan mitra Rotary Club Soegijapranata dengan UDINUS kepada pemerintah Kabupaten Grobogan. Dengan disaksikan oleh Komisi IX DPR RI, Dr Edy Wuryanto dan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Tengah dilanjutkan dengan penandatanganan MoU pelaksanaan program PHP2D yang dilakukan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr Kusni Ingsih, MM dengan Kepala Desa Penadaran, Kabupaten Grobogan, Solehaturidhlo.

Serta penyerahan plakat ke Desa Penadaran yang dilakukan oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Dr Rindra Yusianto SKom, MT kepada Kepala Desa Penadaran.

Serangkaian acara lainnya yaitu penyerahan filter air sungai yang diwakilkan oleh Dr Eni Mahawati SKM, MKes selaku Sekretaris Dekan Fkes Udinus.

Dalam sambutannya Dr Kusni Ingsih, MM, menyampaikan bahwa MoU yang telah disetujui kedua pihak tersebut menjadikan Desa Penadaran menjadi desa binaan Udinus. Menjadikan program Clean Water Project salah satu program yang resmi dijalankan oleh Udinus.

“Setelah penandatanganan ini kami dari Udinus akan terus memantau keberhasilan program di desa Penadaran, bantuan kontribusi juga akan selalu kami berikan agar program di desa ini bisa terus berjalan,” ujarnya.

Ratih Pramitasari MPH selaku Dosen Pembimbing PHP2D Clean Water Project secara terpisah menambahkan, bahwa pemantauan tersebut dilakukan guna mengetahui kemajuan apa yang telah dihasilkan.

Dari Program Clean Water Project yang sebelumnya telah dilakukan sejak bulan Juli hingga November ke depan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan pencapaian beberapa indikator keberhasilan yang telah direncanakan.

“Indikator-indikator tersebut kami pantau dari sebelum dan sesudah adanya kegiatan PHP2D ini. Dari mulai perilaku, fisik, kelembagaan, koordinasi, tindak lanjut hingga kemitraan yang turut berkontribusi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa kesesuaian indikator tersebut telah dipresentasikan kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan. Monitoring dilakukan untuk membuktikan data riil di lapangan, untuk melihat kendala apa saja yang ditemui selama pelaksanaannya.

“Monitoring ini akan kami lakukan untuk melihat dampak programnya pada masyarakat, keberlanjutan program apa yang dibutuhkan, serta melihat peluang dan saran dari masyarakat yang mendapatkan bantuan sehingga setiap kendala dapat diatasi,” tambah Ratih.

Sementara itu, Solehaturidhlo SE, MH, yang merupakan Kepala Desa Penadaran menyambut program tersebut dengan tangan terbuka. Pasalnya program tersebut memang sangat dibutuhkan oleh desanya yang sedang dalam rangka pemenuhan air bersih. Ia juga menyampaikan dengan adanya bantuan 50 jamban tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya monitoring seperti ini dapat rutin dilakukan, untuk memantau kemajuan dari program yang sedang berjalan ini. Sehingga ketika ada risiko atau kendala dapat langsung dicari solusinya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.(HS)

Share This

Anggaran Pembangunan Taman Ecobrick Kota Semarang Capai Rp 1,2 Miliar

Bupati Blora dan BNNP Jateng Bahas Pendirian BNNK