Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Faktor Hormonal Jadi Pemicu Kanker di Usia Muda

Dr Siska Liana, Sp Rad dari RS Colombia Asia Semarang, saat menjadi pembicara dalam acara bertajuk “We Care, We Aware” untuk memperingati Hari Kanker Payudara Internasional di bulan Oktober, di Mal Ciputra Semarang, Selasa (8/10/2019).

 

HALO SEMARANG – Setiap orang, baik usia muda maupun tua, memiliki kecenderungan atau punya potensi untuk mengidap kanker payudara. Usia rata-rata yang terlihat yaitu dari usia 22-30 tahun, atau usia di atas 40 tahun ke atas. Hal tersebut disampaikan oleh dr Siska Liana, Sp Rad dari RS Colombia Asia Semarang, saat menjadi pembicara dalam acara bertajuk “We Care, We Aware” untuk memperingati Hari Kanker Payudara Internasional di bulan Oktober, di Mal Ciputra Semarang, Selasa (8/10/2019).

Dr Siska menerangkan, bahwa selain faktor genetik seorang pengidap kanker, juga karena faktor hormonal di dalam tubuh setiap orang. Misalnya terpengaruh dari tingkat strees, maupun gaya hidup serta lingkungan dan makanan.

“Kecenderungan sekarang, jumlah pengidap tumor payudara mulai bertambah dari usia muda, namun masih tumor jinak. Karena salah satunya karena gaya hidup, makanan dan hormonal, yang memicu terjadinya kanker tersebut,” katanya.

Pihaknya juga melakukan pengeckan kepada beberapa peserta seminar. Dari hasil pemeriksaan sementara dengan USG, sebanyak 15 orang yang dicek, dua orang di antaranya ada terdeteksi benjolan di payudara. “Sehingga kami memberikan surat pengantar ke mereka untuk dibawa dan diberikan ke dokter bedah di rumah sakit untuk segera memeriksa dirinya selanjutnya,” terangnya.

Dalam event lali ini Mal Ciputra menggandeng Gojek. Di mana 50 mitra Gojek dari GoRide dan GoLife terundang sebagai peserta di event kali ini.

“Sudah menjadi concern kami tiap bulan Oktober mengundang para perempuan, utamanya ibu-ibu untuk terlibat di event Breast Cancer. Tahun lalu kami dengan Tim PKK Kota Semarang, tahun ini kami ingin menyentuh para srikandi yang bekerja non formal seperti ojek online dan bermacam profesi yang tergabung di aplikasi GoLife,” jelas Mall Manager Mal Ciputra Semarang, Ani Suyatni, di sela-sela pelaksanaan event.

Tidak hanya edukasi melalui talk show “Deteksi Dini Kanker Payudara” oleh tim Dokter dari Rumah Sakit Columbia Asia Semarang, peserta juga diberikan fasilitas pemeriksaan medis USG Mamae gratis. Yaitu salah satu cara medis mendeteksi benjolan di ketiak dan sekitarnya yang bisa jadi potensi kanker payudara.

“Kami berikan apresiasi kepada Mal Ciputra yang telah memfasilitasi pemeriksaan gratis dan penyuluhan seputar kanker payudara bagi para mitra srikandi Gojek. Kami menyadari pentingnya deteksi dini dan pemahaman akan bahaya penyakit kanker payudara. Semoga upaya ini dapat membantu para mitra kami untuk menjaga kesehatan dirinya,” ungkap Head Regional Corporate Affairs Gojek Jateng DIY, Arum K Prasodjo saat mendampingi para mitranya.

Sementara bagi komunitas ojol perempuan, hal ini memberikan pengalaman baru bagi mereka. Menurut salah satu srikandi GoRide yang biasa disapa Mak Elly, melalui kegiatan ini dirinya jadi tahu bagaimana harus lebih peka terhadap kesehatan perempuan yang tidak bisa dianggap remeh.

Lalu, dalam sesi talk show, Mal Ciputra juga menghadirkan dua survivor (penderita) kanker dari CISC (Cancer Information and Support Centre) Semarang. Akhir Nurkhayati dan Siti Nurani memberikan kesaksian cara mereka ‘survive’ menghadapi jenis penyakit mematikan ini. Para survivor menyatakan, bahwa semangat untuk sembuh dan dukungan dari orang-orang terdekat menjadi salah satu kunci mereka bertahan hidup.

“Selain, itu saya selalu berpikiran positif dan mengkonsumsi banyak makanan yang sehat,” terang Nurkhayati.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang