Evaluasi Kecelakaan di Silayur, Dishub Kota Semarang Akan Tambah Rambu Jalan Dan Papan Peringatan

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengecek rambu jalan di ruas Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Jumat (26/2/2021).

 

HALO SEMARANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyatakan akan menambah pemasangan rambu-rambu jalan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kejadian kecelakaan lalu lintas, tepatnya di turunan Jalan Prof Hamka, atau Silayur, Ngaliyan.

Hal ini dilakukan karena hasil evaluasi yang memakan satu korban jiwa pada Kamis (25/2/2021) sekitar pukul 17.15 WIB.

Yakni berupa kecelakaan karambol yang melibatkan sebuah truk tronton bermuatan accu dengan nomor polisi B-9997-FQB, yang menghantam beberapa mobil dan pengendara sepeda motor yang sedang melintas.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota, Endro P Martanto mengatakan, upaya Pemerintah Kota Semarang melalui Dishub akan melakukan penambahan pemasangan rambu-rambu dan papan peringatan bagi pengendara yang melintas di jalan yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Diharapkan, dengan penambahan pemasangan rambu dan papan peringatan ini membuat pengemudi kendaraan makin berhati-hati saat melintas.

“Di lokasi ini kerap terjadi kecelakaan lalu lintas karena memang memiliki elevasi atau tanjakan maupun turunan yang cukup curam, sehingga rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Upaya kami akan memasang rambu larangan, maupun garis putih atau pita kejut di sepanjang ruas tersebut. Itu untuk antisipasi jangka pendeknya,” terangnya, Jumat (26/2/2021).

Nantinya, kata Endro, pihaknya juga akan memasang rambu- rambu larangan bagi truk bermuatan di atas delapan ton melintas pada jam-jam tertentu.

Juga sekaligus melakukan penegakan aturan dengan penindakan. Tentunya dengan berkoordinasi dengan Satlantas Polestabes Semarang.

“Kami beri dukungan untuk penindakan bagi pengemudi truk yang melanggar rambu-rambu itu,” tegasnya.

Sedangkan untuk upaya penanganan jangka panjang, yaitu berkoordinasi dengan instansi terkait mendorong pengurangan elevasi atau pengeprasan jalan. Bisa dikurangi karena saat ini cukup curam, yaitu diatas enam persen.

Kemudian membuka jalur distribusi kendaraan maupun jalan alterntif baru. Sehingga kendaraan besar tidak hanya lewat Silayur, namun juga bisa melewati outer ring out Mijen ke Mangkang agar kendaraan terdistribusi di sana.

“Karena kondisi turunan jalan yang curam ini ditambah dengan muatan truk besar akan menambah laju kecepatan kendaraan, sehingga menimbulkan potensi terjadi kecelakaan lalu lintas. Apalagi adanya peyempitan jalan, tepatnya setelah taman perumahan Permata Puri, dari dua jalur menjadi satu lajur kendaraan,” katanya.

“Kami masih melakukan evaluasi terkait kecelakaan itu dengan jajaran Satlantas Polrestabes Semarang, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan pihak terkait. Banyak faktor yang menjadi penyebab kecelakaan ini, manusia human error, teknis kendaraan, dan sarana jalan. Iya memang sering terjadi kecelakaan lalu lintas, karena elevasi jalan di atas enam persen,” katanya.

Sebagai informasi, di ruas Jalan Prof Hamka, sebenarnya saat ini sudah memberikan rambu larangan untuk truk bermuatan berat di atas 8 ton, kecuali pada pukul 23.00-04.00 WIB. Namun rambu ini banyak dilanggar oleh pengemudi truk bermuatan berat.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.