in

ETLE Di Kendal Sudah Aktif, 13 Pelanggar Terekam CCTV

Kanit Turjawali, Iptu Kristiyono saat menunjuk salah satu pelanggar lalu lintas yang terekam CCTV ETLE.

 

HALO KENDAL – Sistem penegakan hukum di bidang lalu lintas yang berbasis teknologi informasi atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE), sudah diberlakukan di Kendal. Teknologi ini menggunakan kamera yang kemudian terdata secara langsung untuk menindak pelanggar lalu lintas.

Data dari Satlantas Polres Kendal, sejak diluncurkan 23 Maret lalu baru ada 13 pelanggar yang terkena tilang.

Kasatlantas Polres Kendal, AKP Hari Condro Ribowo melalui Kanit Turjawali, Iptu Kristiyono mengatakan, jumlah pelanggaran yang terjaring didominasi pengendara sepeda motor.

“Pelanggaran kebanyakan tidak mengenakan helm, dan pelanggar masih minim karena camera CCTV masih dalam perbaikan sehingga belum maksimal,” terang Kristiyono.

Kepada pelanggar, lanjutnya, pihak satlantas Polres Kendal memberikan surat panggilan untuk diminta konfirmasi dan pengenaan denda pelanggaran.

“Setelah bukti pelanggaran yang terekam melalui kamera CCTV, maka kami kirim surat panggilan untuk konfirmasi kepada pemilik kendaraan,” jelasnya.

Menurut Kristiyono, pemanggilan dilakukan hingga tiga kali. Dan apabila yang bersangkutan tidak datang, maka pihaknya akan melakukan blokir STNK. Agar saat perpanjangan denda terbayarkan.

“Penetapan denda tidak dijatuhkan maksimal, namun masih seperti saat tilang langsung,” ujanya.

Dikatakan, kamera CCTV yang dipasang di wilayah Satlantas Polres Kendal, saat ini sudah ada di empat titik.

“Yaitu pertigaan Ketapang, perempatan
Alun-alun Kendal, Ungup-ungup Weleri dan di Arteri Kaliwungu. Sementara kamera mobile ada lima buah,” kata Kristiyono.

Sementara itu, salah seorang pengendara sepeda motor Wahyudi warga Brangsong mengaku nyaman dengan penetapan ETLE di Kendal. Menurutnya, dengan pemberlakuan ETLE, kini tidak lagi ada operasi di jalan.

“Saat ini masyarakat semakin banyak yang sadar dan mematuhi peraturan lalu lintas. Di samping sudah sadar, juga takut jika terekam CCTV,” ujar Wahyudi.(HS)

Share This

Bendungan Karet Turunrejo Akan Dijadikan Destinasi Wisata

Bocah Ini Dibelikan Handphone Wali Kota Semarang, Ini Alasannya