in

Es Cendol Sukun Buatan Pemuda Kendal, Sukses Raup Belasan Juta Per Bulan

Achmad Fauzat Tarmidzi sukses menjalankan bisnis es cendol sukun buatannya sendiri.

TERKENA Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di salah satu perusahaan tidak membuat remaja Kendal bernama Achmad Fauzat Tarmidzi larut dalam kesedihan. Bahkan dia bangkit dan meneruskan usaha yang sudah dirintis oleh Bapak Ibunya.

Dengan inovasi yang dia kembangkan, saat ini dia menggunakan mobil keliling yang sudah di modifikasi, biasa disebut food car atau food truck, remaja yang kini menginjak usia 24 tahun tersebut menjajakan minuman es cendol yang bahan bakunya terbuat dari buah sukun.

Bahkan dirinya mengaku, dalam sehari Es Cendol Sukun Pak Mo, bisa menghasilkan omzet rata-rata Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta perhari.

Kepada halosemarang.id, Fauzat menceritakan, awal mula dirinya menjual es cendol sukun karena meneruskan usaha yang telah dirintis kedua orang tuanya. Selain itu, dirinya tertarik dengan produk UMKM yang berbahan baku buah sukun.

Awal mula usahanya, pada tahun 2015, dirinya tertarik dengan produk UMKM yang dibuat dari bahan buah sukun, seperti keripik sukun dan makanan lainnya.

Kemudian Fauzat mempunyai ide untuk membuat tepung berbahan buah sukun. Melihat tekstur tepung dari buah sukun, akhirnya ia mencoba untuk dibuat cendol.

Setelah dibuat cendol dan ternyata rasa cendol bahan buah sukun tidak kalah dengan yang berbahan tepung. Baik tepung beras, tepung maizena maupun tepung tapioka.

Setelah itu, warga Desa Purwosari Kecamatan Patebon tersebut, mulai berjualan di kios halaman Kantor Pos Kendal yang diberi nama Es Cendol Sukun Pak Mo (nama almarhum ayahandanya), dengan menggunakan keranjang dan meja jualan.

Namun dengan munculnya wabah pandemi Covid-19, yang diberlakukan pembatasan-pembatasan, mengakibatkan omzet jualannya menurun.

Akhirnya, dengan berbekal belajar dari channel media sosial, Fauzat mengubah mindsite, dari jualan menetap menjadi berjualan dengan menggunakan truk atau mobil.

Bersama rekannya, dia kemudian membuat food truck yang ia disain untuk berjualan. Menurutnya, food truck sifatnya fleksibel. Kalau punya usaha restoran, dengan food truck bisa menjangkau wilayah baru, memasarkan makanan unik di berbagai penjuru kota, dan berpartisipasi di festival dan pameran lokal.

Kemudian dipilihlah, lokasi mangkal food trucknya di kawasan depan Stadion Utama Kendal. Pada awal usahanya, Fauzat mengaku punya rasa minder. Karena berjualan es cendol, apalagi berbahan baku buah sukun.

Namun berkat kegigihan dan keuletan, akhirnya ia mampu bertahan, dan bahkan bisa membuka lapangan kerja dengan memperkerjakan karyawan.

Fauzat mengaku, mempunyai keinginan ke depannya untuk membuat franchise Cendol Sukun Pak Mo, yang dijual di halaman mini market maupun swalayan.

Dirinya juga menyebut, untuk harga per cup es Cendol Sukun Pak Mo, dijual mulai dari harga Rp 10 ribu.

“Alhamdulillah, omzet rata-rata mencapai Rp 500 ribu per hari. Bahkan kalau ramai bisa mencapai Rp 1 juta per hari. Banyak sih yang menanyakan, apa sudah ada franchise. Tapi saya jawab nanti saja,” ungkapnya, Kamis (5/1/2023).

Sedangkan untuk kendala yang dihadapi, Fauzat mengaku, saat ini yang dirasakan ketika musim hujan. Karena ketika hujan, omzet usaha es dipastikan menurun.

Untuk bahan baku pelengkap es cendol sukun juga seperti kebanyakan es cendol lainnya. Yaitu bahan cendol diaduk rata, tuang ke dalam panci, masak dengan api kecil sambil diaduk.

“Jika sudah mengental dan berwarna hijau terang, tuang ke cetakan, lalu tekan sambil masukkan hasil cetak adonan ke dalam wadah, dan siap disajikan dengan gula merah atau gula jawa,” jelasnya.

Sebagai penutup, Fauzat juga mengaku, beberapa waktu lalu sempat diundang oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto di Pendopo, untuk menjamu para tamu bupati.

“Ya beliau kan pernah mencicipi cendol sukun buatan saya, ketika ada pameran produk UMKM Kendal. Kemudian pak bupati melalui ajudan mengundang saya untuk menyajikan es cendol kepada tamu beliau,” pungkasnya. (HS-06)

Tilang Manual Kembali Diberlakukan, Begini Penjelasan Kasat Lantas Polres Rembang

DIPA Polres Jepara Meningkat Rp 300 Juta, Wakapolres Ingatkan Prosedur Pengajuan Anggaran