in

Era Medsos, Bupati Blora Minta Satpol PP Hati-hati Dalam Bertindak

Bupati dan jajaran Forkopimda berfoto bersama di halaman Kantor Bupati, sesuai apel dengan seluruh anggota Satpol PP dan pemadam kebakaran. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA – Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi meminta jajaran Satpol PP Kabupaten Blora untuk berhati-hati dalam bertindak. Dia mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki era, di mana masyarakat banyak yang menggunakan media sosial, sehingga segala sesuatunya bisa viral.

Arahan itu disampaikan Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi dalam pembinaan kepada Satpol PP, di halaman Kantor Bupati Blora. Pembinaan dilakukan setelah video pendek tentang aksi kekerasan oleh anggota oknum Satpol PP Blora menjadi viral. Pemkab pun kemudian memberhentikan kontrak kepegawaian anggota bersangkutan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati mengapresiasi kerja keras jajaran Satpol PP, yang terus bergantian melakukan patroli penegakan peraturan daerah, hingga tingkat kecamatan.

Namun demikian ada kejadian penendangan oleh oknum anggota yang berujung viral. “Kami minta maaf atas kejadian yang viral,” kata dia, seperti diirlis Blorakab.go.id.

Karena itu Bupati menekan bahwa seluruh anggota Satpol PP, harus mengingat bahwa saat ini adalah zamannya media sosial.

“Apapun yang dilakukan bisa menjadi viral dan berakibat fatal, sehingga hati-hatilah dalam bertindak,” kata Bupati, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Bupati juga meminta agar Satpol PP melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, dan meningkatkan yang sudah, baik agar ke depan menjadi lebih baik.

“Junjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Utamakan pendekatan persuasif, sehingga kondusifitas masyarakat tetap terjaga,” kata dia.

Bupati juga meminta setiap anggota Satpol PP Blora yang bertugas, tidak boleh melakukan tindakan kekerasan dengan dalih untuk kepentingan ketertiban umum atau dengan alasan apapun.

“Satpol PP Blora dalam melaksanakan tugas, harus menjalankan prinsip tegas namun humanis. Salam sapa dan senyum, diperlukan untuk menunjukkan Polisi Pamong Praja adalah pibadi yang ramah dan tulus,” kata Bupati Arief.

Anggota Satpol PP juga diminta untuk menghormati dan melindungai hak-hak azasi masyarakat kabupaten Blora.

Sementara itu, Dandim 0721/Blora Letkol Inf Andy Soelistyo KP SSos MTr (Han), ketika ikut memberikan arahan, meminta agar seluruh anggota Satpol PP terus bersemangat menjalankan tugas terbaiknya untuk Kabupaten Blora.

“Jangan sampai melakukan kekerasan. Niatkan setiap hari berangkat tugas, untuk beribadah. Pak Kapolres saja pernah cerita kalau di Jakarta, mengamankan demo diludahi, dicaci maki, dihantam sampah dan lain-lain. Itu semua adalah risiko pekerjaan. Kami sebagai petugas harus lebih sabar,” kata Dandim.

Dia meminta anggota Satpol PP untuk lebih meningkatkan upaya persuasif dan berdoa agar selama menjalankan tugas di lapangan diberikan kelancaran.

“Sekali, dua kali diingatkan tidak patuh, ya didatangi lagi sambil didoakan semoga segera mendapatkan hidayah. Jangan sampai mengambil barang dagangan dll, apalagi sampai menendang. Kami yakin Satpol PP semuanya baik,” kata Dandim.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 4 detik yang memperlihatkan oknum anggota Satpol PP menendang wajah seorang pemuda, menjadi viral di media sosial. Kepala Satpol PP Blora, Djoko Sulistiyono membenarkan pelaku adalah anggotanya.

“Itu terjadi pada pertengahan bulan Agustus dan baru viral saat ini. Tepatnya tanggal 20 Agustus,” kata Djoko.

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana, mengatakan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh kedua belah pihak.

“Mereka bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan tidak saling menuntut antara satu dengan yang lainnya,” kata Agus. (HS-08)

Share This

Vaksinasi di Klenteng Hok Tik Bio Blora, Kapolda Jateng : Animo Masyarakat Tinggi

Imbas PPKM, Peternak Ayam di Boyolali Keluhkan Harga Telur