in

Enam Warisan Budaya Dunia Dipamerkan di Museum Dolan Klaten

Sejumlah pelajar melihat peninggalan sejarah yang ditampilkan dalam Museum Dolan Klaten. (Foto : klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Pameran keliling Museum Ranggawarsita di Klaten, juga menampilkan enam warisan budaya dunia di Jawa Tengah, perlu diketahui oleh pelajar dan publik di Klaten.

Enam warisan yang telah diakui UNESCO itu, meliputi Candi Borobudur hingga wayang.

“Hanya Provinsi Jawa Tengah yang memiliki enam warisan budaya dunia yang diakui UNESCO. Yang pertama yaitu Candi Borobudur, Situs Sangiran, Candi Prambanan yang dimiliki bersama dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, Batik, Keris, dan Wayang,” kata Kepala Museum Ranggawarsita, Djoko Nugroho Witjaksono, seperti dirilis klatenkab.go.id.

Dia memaparkan bahwa enam warisan budaya dunia tersebut, representasinya ada di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita dan dihadirkan untuk masyarakat Klaten, agar bisa lebih bangga menjadi orang Jawa Tengah.

Pameran enam warisan budaya dunia tersebut, lengkap termasuk informasi mengenai sejarah masing-masing warisan budaya dunia itu. Ditampilkan pula sejumlah koleksi, seperti batik dan keris.

Selain enam warisan budaya dunia dimiliki Jawa Tengah, dipamerakan pula Museum Daerah Klaten, Omah Wayang Klaten, Museum BPK RI Magelang, Monumen Pers Nasional, Museum BPSMP Sangiran, Museum Rembang Putih Tuban, BPCB Jateng, Museum Samudra Raksa, Expo SMK/SMA, Kisah Tanah Jawa, dan UMKM Klaten.

Dia mengatakan, museum keliling ini untuk mengenalkan dan mendekatkan koleksi Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, terutama koleksi enam warisan budaya dunia yang dimiliki Jawa Tengah, kepada masyarakat Klaten dan sekitarnya.

Sementara, Siswa TK Buah Hati Kita, Nafisha (5) mengaku senang bisa bersama teman-temannya melihat pameran.

“Senang tadi lihat tari-tarian (saat pembukaan museum) dan lihat batu (Arca Candi),” ujar Nafisha. (HS-08)

Bupati Minta Dinas Pendidikan Klaten Ajak Siswa Kunjungi Pameran Keliling Museum Ranggawarsita

Wadahi Promosi Produk Unggulan, Dinbudpar Akan Gelar Festival Desa Wisata