Enam Orang Tak Pakai Masker Terjaring Operasi Yustisi Gabungan di Kendal

Petugas Gabungan Gelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Desa Galih Kecamatan Gemuh, Rabu (18/11/2020).

 

HALO KENDAL – Untuk menekan kasus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kendal, anggota TNI dan polri, serta Satpol PP yang berada di wilayah Kecamatan Gemuh, intensif melakukan Operasi Yustisi Penanganan Covid-19. Operasi kali ini menyasar para pedagang dan pengguna jalan yang ada di Desa Galih, Rabu (18/11/2020).

Bersama pemerintah desa setempat, petugas gabungan blusukan ke pasar untuk memberikan imbauan pentingnya menerapkan protokol kesehatan (Prokes), supaya tidak terpapar virus corona.

Kapolsek Gemuh, AKP Abdullah Umar mengatakan, para pedagang dan pengguna jalan banyak yang sudah paham bahayanya virus corona.

“Berdasarkan hasil operasi kali ini, kesadaran warga untuk menggunakan masker cukup tinggi. Mengingat hanya ada enam orang yang didapati tidak menggunakam masker dan langung diberikan sanksi,” terangnya.

Menurutnya, masker menjadi penting di masa pandemi ini, sehingga kesadaran mereka gunakan masker cukup tinggi. Meski ada beberapa warga yang pakai masker, tapi penggunaanya kurang pas sesuai protokol kesehatan.

“Tapi langsung kami ingatkan. Hanya enam orang yang kita dapati tak pakai masker,” kata Kapolsek Gemuh.

Abdullah Umar mengungkapkan, giat operasi yustisi penggunaan masker ini dilakukan tiap hari di wilayah-wilayah yang ada di Kecamatan Gemuh secara bergantian.

Seperti halnya yang tengah dilakukannya di wilayah Desa Galih, yaitu dengan menyasar pengguna jalan dan pedagang. Tujuanya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingnya protokol kesehatan.

“Ini menindaklanjuti intruksi Presiden no 6 tahun 2020 yang ditindaklanjuti dari peraturan bupati no 67 tahun 2020 dan juga berdasarkan Maklumat Kapolri tentang protokol kesehatan,” ungkapnya.

Abdullah Umar juga menyatakan hal lain berdasar atas surat telegram Kapolri no 3320 tanggal 16 november 2020, tentang penerapan protokol kesehatan harus dijalankan dengan benar, karena akan ada sanksi hukumnya.

Dengan surat telegram Kapolri tersebut dengan tegas mengamantakan, bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

“Jadi kami selaku aparat TNI, Polri, dan pemerintah selalu menjamin keselamatan masyarakat. Sehingga kami tidak bosan dan lelah memberikan imbauan. Seperti yang kami lakukan di Pasar Galih ini, karena di sini banyak kerumunan massa dan harus kita sentuh dan diimbau supaya mereka disiplin dan sadar untuk menjaga kesehatan,” jelasnya.

Abdullah Umar menambahkan, penggunaan masker adalah suatu kebutuhan. Karena di masa pandemi Covid-19, penggunaan masker adalah gaya hidup, sehingga pihaknya akan selalu berkelanjutan melaksanakan operasi yustisi guna terus menumbuhkan kesadaran masyarakat.

“Dengan kesadaran masyarakat tinggi, sehingga khususnya wilayah Gemuh tidak ada zona-zona klaster baru,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Galih, Akhmad Saiku mengatakan, operasi yustisi penggunaan masker ini akan terus dilakukan bersama anggota TNI dan polisi.

Menurutnya, dengan operasi yang terus dilakukan, maka akan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Sebelumnya ada warga yang terpapar Covid-19, tapi sudah sembuh. Dengan operas yustisi ini akan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya virus corona,” katanya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.