Empat Sekolah Di Wonogiri Siapkan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Simulasi pembelajaran tatap muka di Wonogiri. (Foto : Wonogirikab.go.id)

 

HALO WONOGIRI – Sejumlah sekolah di Kabupaten Wonogiri, saat ini sedang bersiap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Menurut rencana, PTM yang akan dilaksanakan 5 April hingga 17 April 2021 mendatang tersebut, diiikuti SMA 1 Wonogiri, SMP 1 Wonogiri, MAN 1 Wonogiri, dan SMK 1 Wonogiri.

Kepala SMA 1 Wonogiri, Endang Sunarsih mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, antara lain menyebar angket secara online, kepada orang tua peserta didik, sekaligus permintaan izin siswa mengikuti uji coba PTM.

“Kami sudah menyebar angket secara online kepada orang tua, isinya di antaranya tentang data siswa, apakah siswa bersedia ikut PTM, apakah orang tua mengizinkan, berapa jarak rumah ke sekolah, ke sekolah naik apa, diantar atau naik angkutan umum, kos atau dari rumah, juga apakah siswa punya penyakit tertentu,” kata dia, seperti dirilis Wonogirikab.go.id.

Setelah angket dikumpulkan, pihak sekolah kemudian melakukan penyaringan dan pemilihan siswa.

“Ada yang orang tua mengizinkan, tetapi ternyata rumahnya jauh, Atau ada yang punya penyakit seperti asma. Tentu ini menjadi pilihan kedua. Pilihan atau prioritas pertama, adalah siswa yang mendapat izin orang tua, sehat jasmani dan rohani, serta jarak rumah ke sekolah dekat, berangkat dengan sepeda motor, diantar, atau jalan kaki, yang masih naik angkutan umum pun belum bisa kami prioritaskan,” kata dia.

Endang menjelaskan bahwa sejauh ini sudah terpilih 108 siswa untuk ikut uji coba PTM. Nantinya mereka akan terbagi dalam 6 rombongan belajar (rombel).

Menurut petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan uji coba PTM, proses pembelajaran akan berlangsung selama 2 jam, terbagi dalam 4 jam pelajaran, masing-masing 30 menit.

Uji coba PTM dimulai pukul 8 hingga 10 pagi. Sedangkan bagi siswa yang tidak mengikuti uji coba PTM, akan tetap dilaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimulai pukul 10 pagi sampai dengan selesai.

Sedangkan SMPN 1 Wonogiri tengah melakukan pengecekan sarana prasarana terkait persiapan uji coba PTM.

Koordinator Pengawas SMP, Wakimin mengatakan pihaknya tengah melakukan pengecekan semua sarana dan prasarana sekolah.

“Hari ini kami melakukan checking sarpras sekolah untuk menunjang PTM, seperti jumlah wastafel, jumlah thermo gun, mempersiapkan masker cadangan untuk siswa dan guru, mengecek ketersediaan handsanitizer, desinfektan, serta mengatur bangku di kelas sesuai juknis,” katanya.

Kepala SMP 1 Wonogiri Sri Nuryati, mengatakan pihaknya akan memberi kesempatan bagi seluruh rombel melakukan uji coba PTM dengan sistem 2 shift

“Di SMPN 1 Wonogiri ada 30 rombel, nantinya akan dibagi setiap rombel kuota lima puluh persen dengan sistem dua shift. Artinya begini, di hari pertama tanggal 5 April itu, setengah total siswa di setiap kelas, presensi nomor satu sampai enam belas akan masuk shift pertama, pukul 07.00 sampai 09.00 di ruang kelas tujuh, sisanya presensi tujuh belas sampai tiga puluh atau tiga puluh dua masuk di shift siang pukul 11.00 sampai 13.00 di ruang kelas delapan, jadi tidak menempati ruang kelas yang sama,” terangnya.

Setelah kelas dipakai, kelas akan langsung dibersihkan dengan sempritan desinfektan, sehingga keesokan harinya dapat digunakan untuk uji coba PTM rombel selanjutnya.

Disinggung mengenai mata pelajaran apa yang akan diberikan saat uji coba PTM, Nuryati mengatakan bahwa telah dilakukan penjadwalan terhadap mata pelajaran yang akan diberikan kepada siswa.

“Mengenai mata pelajaran, tim kami sudah menyusun jadwal. Dalam satu shift akan diberikan dua mapel, masing-masing mapel diberikan waktu durasi satu jam,” tuturnya.

Nuryati berharap uji coba PTM ini akan dapat berjalan lancar, sehingga di kemudian hari dapat dikembangkan untuk sekolah lain hingga akhirnya seluruh sekolah bisa melakukan PTM. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.