in

Empat Pantai Di Kendal Diusulkan Jadi Pengembangan Wisata Mangrove

Foto ilustrasi: Pantai Indah Kemangi di Desa Junsemi, Kecamatan Kangkung, Kendal.

 

HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto bersama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan serta Kepala Baperlitbang Kabupaten Kendal, berkunjung ke Kementerian Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta Pusat, selasa lalu.

Dalam kungjungannya ini, Dico Ganinduto beserta jajaran memberikan paparan terkait potensi dan permasalahan ruang laut yang ada di Kabupaten Kendal.

Rombongan Bupati diterima langsung oleh Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari beserta jajarannya.

Dalam pemaparannya, Dico menyampaikan, bahwa ada peningkatan pendapatan asli daerah dari sektor kelautan beberapa tahun terakhir.
“Namun tantangan yang masih dihadapi nelayan Kendal di antaranya masihnya banyaknya nelayan yang menggunakan kapal kategori di bawah 10GT, hingga lemahnya kelembagaan nelayan dan penggunaan alat tangkap yang tidak ramah,” kata Bupati dalam release yang diterima halosemarang.id, Jumat (10/9/2021).

Selain itu, Pemkab Kendal juga memaparkan strategi-strategi yang mereka sedang bangun untuk menyelesaikan masalah yang ada.

“Seperti modernisasi kapal nelayan, pembangunan sarana prasarana, pengembangan wisata bahari (hutan mangrove) dan masih banyak lagi,” imbuh Dico.

Salah satu yang menarik perhatian adalah adanya potensi pengembangan wisata mangrove di empat titik kecamatan. Yaitu Kecamatan Kangkung (Desa Sendanggawung dan Desa Jungsemi), Kecamatan Cepiring (Desa Margorejo, Desa Korowelang Anyar, dan Desa Korowelang Kulon), Kecamatan Patebon (Desa Wonosari dan Desa Kartikajaya), dan Kecamatan Rowosari (Desa Gempolsewu dan Desa Sendangsikucing).

Untuk itu, Pemkab Kendal meminta dukungan pemerintah pusat untuk mengembangkan potensi wisata tersebut sebagai wujud nyata upaya mensejahterakan masyarakat dengan tetap mengedepankan pembangunan keberlanjutan.

“Pihak Kementerian mengharapkan program-program yang telah kami usulkan dapat merangkul semua pihak, dan dapat memberdayakan kelompok masyarakat sebagai upaya mensejahterakan perekonomian masyarakat Kendal,” ungkap Dico.

Sementara, Plt Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Pamuji Lestari mengatakan, KKP menyambut baik permohonan tersebut dan berjanji akan memprioritaskan pengembangan destinasi wisata mangrove di Kabupaten Kendal.

“Dengan catatan, Pemerintah Kabupaten Kendal harus terlebih dahulu membuat masterplan dan rencana aksi, agar implementasi bantuan dari pihak Kementerian dapat terukur, tepat sasaran, dan tepat guna,” kata Lestari.

Selain itu, potensi lain yang menarik pihak KKP adalah pengembangan destinasi wisata bahari di empat pantai di Kabupaten Kendal, yaitu Pantai Indah Kemangi, Pantai Ngebum, Pantai Kartikajaya, dan Pantai Sendangsekucing.

“Nantinya program pengembangan destinasi wisata bahari tersebut akan selaras dengan program Desa Wisata Bahari yang diinisiasi oleh KKP,” jelas Lestari.

Pihak KKP juga berpesan kepada Bupati Kendal, untuk dapat mencari sumber dana alternatif lainnya.

“Pemkab harus pro-aktif membangun kolaborasi dengan pihak swasta juga,” imbuh Lestari.

Hal ini selaras dengan ikhtiar Bupati Kendal yang rajin melakukan safari ke berbagai kementerian untuk menjalin hubungan baik dengan pemerintah pusat, serta pihak swasta sebagai penyelenggara dana CSR.(HS)

Share This

Prakiraan Cuaca Semarang Dan Sekitarnya, Sabtu (11/9/2021)

Iming-Iming Akan Menikahi, Pria Ini Tipu Dan Kuras Harta Enam Janda Di Semarang