Empat Mahasiswa Jadi Tersangka Dalam Demo Tolak Omnibus Law di Semarang, Ini Kata Kuasa Hukumnya

Aksi unjuk rasa menolak Undang-undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di Kantor DPRD Jateng pada Rabu (7/10/2020).

 

HALO SEMARANG – Empat mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka oleh Penyidik Reskrim Polrestabes Semarang, karena diduga melakukan pengrusakan dalam unjuk rasa tolak Omnibus Law atau UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh di depan Gedung DPRD Jawa Tengah pada Rabu (7/10/20).

Kahar Mualamsyah, SH, selaku koordinator Tim Advokasi Pembela Kebebasan Berpendapat yang menjadi kuasa hukum keempat tersangka mengatakan, dirinya belum bertemu dengan penyidik keempat tersangka tersebut, karena penyidik kabarnya sedang kelelahan.

“Kami juga belum bertemu penyidiknya karena semalam kabarnya mereka masih off dengan alasan kelelahan. Jadi kami tidak mau berspekulasi apapun,” ungkap pengacara PBHI tersebut pada Sabtu (10/10/2020).

Ketika ditanya mengenai surat penahanan, Kahar mengaku mendapat surat penahanan tersebut Jumat (9/10/2020) malam.

“Kami baru dapat surat penahanan tadi malam,” tukasnya.

Dirinya mengaku belum memegang Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hingga saat ini. Selain itu, Kahar mengatakan dirinya belum bisa menemui kliennya tersebut.

“Kami belum pegang BAP, juga belum bisa menemui klien kami para mahasiswa tersebut, karena memang ada protokol soal pencegahan penyebaran Covid-19 di ruang tahanan Polrestabes,” katanya.

Namun begitu, Kahar tetap menghormati proses hukum yang sedang dilakukan pihak kepolisian. Setelah mendapat BAP, Kahar akan langsung melakukan langkah-langkah hukum.

“Sekarang ini kita hormati dan ikuti prosesnya. Segera kami akan lakukan langkah-langkah sesuai dengan hukum acara untuk kepentingan klien kami,” pungkasnya.

Sebelumnya di tempat terpisah, Kompol Didik Sulaiman selaku Wakasat Reskrim Polrestabes Kota Semarang mengungkapkan, penetapan tersangka empat mahasiswa dikeluarkan setelah melalui proses penyidikan dan keterangan para saksi dan barang bukti.

“Keempat mahasiswa ini resmi kami tetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan,” ungkapnya.

Kempat mahasiswa yang ditangkap masing-masing berinisial NA (18), ISR (18), dan MA (18) yang merupakan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Kota Semarang, serta IG (18 ) mahasiswa perguruan tinggi negeri di Kota Semarang.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.