in

Empat Kabupaten di Jateng Alami Kekurangan Air Bersih

Debit Bendungan Simongan di Banjir Kanal Barat (BKB) Kota Semarang nampak lebih dangkal dari debit normalnya saat musim kemarau.

HALO SEMARANG – Sedikitnya empat kabupaten di Provinsi Jawa Tengah mulai kekurangan air bersih untuk kebutuhan masyarakat saat kemarau ini.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng, Sudaryanto mengatakan, empat kabupaten tersebut yakni Kabupaten Boyolali, Temanggung, Klaten, dan Pati yang mengalami kekeringan cukup parah akibat kemarau.

“Kabupaten Boyolali, Temanggung, Klaten, dan Pati meminta bantuan air bersih karena sudah tidak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya,” kata Sudaryanto, Sabtu¬† (27/7/2019).

Dia menjelaskan, empat kabupaten tersebut masuk dalam kelompok 14 kabupaten/kota yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih.

Menurutnya, kabupaten/kota yang dana tanggap daruratnya sudah habis dan tidak punya dana untuk mengatasi dampak kekeringan, bisa mengajukan permohonan bantuan air bersih ke pemerintah provinsi melalui BPBD Jawa Tengah.

“Tahun ini kami telah menganggarkan Rp 320 juta untuk pengadaan 1.000 tangki air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, Pemprov Jateng BPBD dan dinas terkait di Jawa Tengah sudah memetakan daerah-daerah yang berpotensi menghadapi kekeringan selama musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan hasil inventarisasi dan identifikasi yang dilakukan pemerintah provinsi, 1.319 desa di 287 kecamatan di 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah rawan mengalami kekeringan.

“Sebanyak 545.851 keluarga yang terdiri atas 2.056.287 orang di wilayah tersebut sudah menghadapi dampak kekeringan,” katanya.(HS)

Karang Taruna Gajahmungkur Diberikan Pelatihan Digital Markering

Era Revolusi Industri 4.0, Hendi Minta Koperasi Bertransformasi