in

Empat Camat di Kota Semarang Dilantik Jadi PPAT Semantara

Suasana pelantikan empat camat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang menjadi PPAT Sementara, Senin (16/3/2020).

 

HALO SEMARANG – Empat camat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang dilantik menjadi Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Sementara. Yakni Camat Gajahmungkur, Yudi Wibowo, Camat Semarang Barat, Heroe Soekendar, Camat Tembalang, Kusrin, dan Camat Banyumanik, Maryono.

Pelantikan mereka tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 47/SK-33.HP.03.04/III/2020, tanggal 2 Maret 2020. Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji PPAT dipimpin oleh Kepala BPN Kota Semarang, Sigit Rahmawan Adi, di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kota Semarang Jalan Ki Mangunsarkoro No 23, Semarang, Senin (16/3/2020).

Dalam sambutannya, Kepala BPN Kota Semarang, Sigit Rahmawan Adi mengatakan, PPATS merupakan mitra BPN agar bisa membantu masyarakat di wilayahnya masing-masing yang ingin mengurus tanahnya agar bersertifikat. Memang berkaitan dengan pejabat pemerintah yang ditunjuk menjadi PPAT Sementara menurut Pasal 5 ayat (3) PP 37 Tahn 1998, adalah Camat atau Lurah untuk melayani pembuatan akta di daerah yang belum cukup terdapat PPAT.

“Di mana, PPATS ini kewenangannya membuat akta otentik mengenai semua perbuatan hukum mengenai hak atas tanah dan hak milik atas satuan rumah susun yang terletak di dalam daerah kerjanya saja. Saya berharap PPATS sebelum membuat akta, perlu meneliti keabsahan administratif sebidang tanah yang dimintakan akta, untuk memenuhi syarat dilakuannya perbuatan hukum di hadapan pejabat pembuat akta tanah dan berada dalam daerah kerjanya,” katanya.

Seperti diketahui, data dari BPN Kota Semarang, untuk Kota Semarang memiliki 593 ribu bidang tanah dan yang sudah bersertifikat sebanyak 548 ribu bidang. Sehingga sampai saat ini, 92 persen bidang tanah di Kota Semarang telah bersertifikat. Di mana, untuk di Kota Semarang telah diserahkan sebanyak 4.166 sertifikat tanah dari program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) untuk tahun anggaran 2019.

Sedangkan anggaran tahun 2020, BPN Kota Semarang akan menyelesaikan 10 ribu sertfikat melalui program yang sama.

Sesuai dengan program Pemerintah Pusat, tahun 2025 semua bidang tanah di Indonesia harus bersertifikat. Sementara program Pemprov Jateng, tahun 2023 seluruh bidang tanah di Jateng harus bersertifikat.(HS)

Kepadatan Penduduk di Kota Semarang Tidak Merata, Dewan Inisiasi Perda Baru

Ganjar Kumpulkan Ulama Bahas Pelaksanaan Ibadah Terkait Virus Corona