Emak-Emak di Pekalongan Dilibatkan Jadi Benteng Penangkal Radikalisme

Workshop dengan tema Pelibatan Perempuan Sebagai Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme di salah satu Hotel di Kota Pekalongan, baru-baru ini.

 

HALO PEKALONGAN – Perempuan memiliki peranan penting dalam upaya mencegah meluasnya paham radikalisme yang mengarah ke arah terorisme.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, Saelany Machfudz, saat membuka kegiatan workshop dengan tema Pelibatan Perempuan Sebagai Agen Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme.

Acara yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Bidang Perempuan dan Anak ini, dilaksanakan di salah satu Hotel di Kota Pekalongan, baru-baru ini.

Dikatakan Saelany, kalangan perempuan hendaknya secara aktif memberikan pencerahan dan pendidikan, baik dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat secara luas.

“Di dalam rumah tangga peranan perempuan sangat kuat untuk menentukan perilaku anggota keluarganya. Karena di tangan ibu-ibu kunci meluas atau tidaknya paham radikalisme,” ungkap Wali Kota.

Ditegaskan, terorisme yang dipicu radikalisme merupakan kejahatan luar biasa yang merusak keamanan umat manusia di seluruh dunia.

“Radikalisme dan terorisme merupakan hal yang potensial merusak kedaulatan satu bangsa dan harus dicegah dan ditangkal sejak dini. Salah satunya dengan melibatkan peranan kaum perempuan sebagai agen perdamaian, untuk menghindari ajaran-ajaran radikalisme dan terorisme yang bisa memporak-porandakan NKRI,” tandas Saelany.

Pihaknya mengapresiasi langkah BNPT dan FKPT Jawa Tengah yang telah memberi penguatan kepada kaum perempuan, agar bisa menjadi agen perdamaian dalam rangka mencegah berkembangnya paham radikalisme di Kota Pekalongan.

Menurutnya, keberhasilan pencegahan terorisme tidak hanya pada level kebijakan pemerintah, tetapi sejatinya pada unit kecil bernama keluarga. Benteng utama penangkalan paham radikal terorisme adalah peran perempuan dalam keluarga.

“Ini sebuah sinergi yang sangat baik antara BNPT, FKPT, Pemkot Pekalongan melalui Kesbangpol dan DPMPPA Kota Pekalongan. Kami merangkul komunitas dan organisasi perempuan di Kota Pekalongan untuk menangkal paham radikalisme dan terorisme,” paparnya.

“Kaum perempuan sebagai agen perdamaian menyadari pentingnya eksistensi dirinya di tengah masyarakat. Perempuan justru akan menjadi kekuatan dalam memerangi paham radikal terorisme khususnya di tengah keluarga,” imbuh Saelany.

Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Tengah, Syamsul Ma’arif menjelaskan, kaum perempuan memiliki kekuatan natural untuk menarasikan damai dari kelembutan, yang bisa memitigasi kekerasan di sekitarnya. Terlebih di Jawa Tengah sangat berpotensi untuk paham radikalisme.

“Di Jawa Tengah ini termasuk kategori yang sangat besar potensinya untuk radikalisme, sekitar 15 persen berdasarkan data FKPTN,” jelasnya.

Maka, pihaknya mengajak kaum perempuan dari representasi kebhinekaan untuk bersepakat bersama melalui nota kesepahaman, di mana mereka berperan sebagai agen perdamaian yang diharapkan juga bisa melakukan sosialisasi, edukasi di dalam keluarganya.

“Seperti diketahui bersama, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka dengan soft power approach yang dimiliki kaum perempuan terutama ibu, keluarga akan menjadi damai, dan Indonesia semakin kuat menuju kejayaan dan menjaga NKRI, dan paham radikalisme serta terorisme bisa dicegah,” pungkasnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.