Eloknya Stadion Citarum Semarang, Sayang Tak Bisa Dimanfaatkan di Tengah Wabah Corona

Ruang bertembok kaca di Stadion Citarum Semarang.

 

STADION Citarum Semarang kini tampil beda setelah dikelola oleh manajemen PSIS. Selain keelokan rumput sintetis yang baru selesai dibangun Pemkot Semarang akhir tahun 2019 lalu, kini beberapa ruangan di Stadion Citarum juga tampil beda.

Ada ruangan bersekat kaca yang bisa langsung melihat lapangan dari dalam ruangan di stadion.

- Advertisement -

Rencananya ruangan ini akan dijadikan PSIS Store oleh manajemen, yang diharap bisa mendukung pemasukan finansial manajemen. Ada pula ruang ganti pemain yang kini tampil lebih baik setelah direnovasi.

Sayangnya setelah selesai direnovasi, stadion yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan tim PSIS ini tak bisa dimanfaatkan untuk berlatih karena terpaan wabah Covid-19.

Akibat wabah ini, seluruh kegiatan olahraga, khususnya kegiatan latihan PSIS diliburkan.
Padahal selama ini latihan rutin PSIS di Stadion Citarum menjadi salah satu magnet untuk menyedot suporter datang ke stadion.

Sebelumnya manajemen PSIS sempat berambisi untuk bisa kembali berhomebase di Kota Semarang pada Liga 1 2020, setelah beberapa tahun sebelumnya menjadi tim musafir di Liga 1.

Mereka berencana kembali ke Semarang dan menggunakan Stadion CItarum, Semarang sebagai markas.

Sayangnya saat manajemen mempersiapkan segala sesuatu untuk persiapan home base di Semarang, Liga 1 2020 dihentikan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB) karena dampak wabah corona.

Direktur Utama PSIS, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi mengatakan, sebelumnya pihak manajemen telah menyewa Stadion Citarum dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk lima tahun ke depan.

“Namun untuk memenuhi standar agar bisa digunakan untuk Liga 1 ada beberapa fasilitas yang harus disetujui PT LIB sebagai pengelola kokpetisi,” kata, baru-baru ini.

Awal tahun 2020, manajemen PSIS pun melakukan penambahan fasilitas stadion.
Beberapa fasilitas diperbaiki, mulai ruang ganti, tempat duduk pemain, dan lampu. PSIS secara mandiri menyediakan dana sekitar Rp 2,4 miliar untuk merehabilitasi komplek Stadion Citarum.

Yoyok pun berharap stadion berumput sintetis dengan 7.000 kapasitas itu bisa lolos verifikasi dari PT LIB.

“Citarum diharapkan bisa digunakan untuk menjamu tim tamu yang tidak ada suporternya saat tandang atau pertandingan yang digelar saat hari kerja,” tuturnya.

Pada tahun tahun 2019 lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga melakukan renovasi Stadion Citarum. Lapangan stadion yang pertama kali diresmikan tahun 1985 ini diubah menjadi lapangan dengan rumput sintetis standar FIFA.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah mengatakan, peningkatan stadion yang dilakukan Distaru meliputi pemasangan rumput sintetis dan perbaikan drainase.

“Ini rumput yang dipakai menggunakan spesifikasi dan bersertifikat FIFA,” paparnya.

Peningkatan stadion yang berkapasitas 7.000 penonton itu, direnovasi dengan nilai anggaran sekitar Rp 16,8 miliar menggunakan dana APBD Kota Semarang tahun 2019.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.