Ekspor Pertanian Lewat Karantina Pertanian Semarang Meningkat

Foto ilustrasi: Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menunjukkan produk hortikultura lokal yang berpotensi untuk diekspor.

 

HALO BISNIS – Kinerja ekspor pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang tahun 2020 ini, menunjukan tren peningkatan. Sejumlah sektor pertanian yang menjadi andalan Jawa Tengah menembus pasar Asia dan Eropa.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Parlin Robert Sitanggang menyatakan, ekspor produk pertanian periode Januari-Oktober 2020 mengalami peningkatan.

“Angka kenaikan ekspor rata-rata cukup bagus. Kalau dilihat secara nasional, kita juga bisa tumbuh 20,9 persen, mulai kuartal pertama sampai saat ini,” katanya di Semarang, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, terdapat empat sektor pertanian yang menjadi andalan dan berhasil menembus pasar  ekspor. Sehingga memberikan kontribusi bagi Jawa Tengah.

“Empat komoditas ekspor yang masih menjadi andalan meliputi produk hasil perkebunan, holtikultura, pangan, dan pertanian,” ujarnya.

Parlin menambahkan, sejumlah komoditas lainnya seperti edamame (kacang kedelai yang masih muda), beras organik, kacang ijo, hingga sarang burung walet diminati konsumen di kawasan Asia dan Eropa.

“Kami sering ekspor sarang burung walet, edamame, beras organik, dan kacang ijo ke sejumlah negara di Asia dan Eropa. Di antaranya Tiongkok, Malaysia, Jepang, Myanmar, Vietnam dan sejumlah Negara di Eropa,” tuturnya.

Parlin menambahkan, dari hasil pertanian lainnya seperti meliputi kacang tanah, kobis, sawi putih, dan bawang putih ikut memberikan kontribusi bagi nilai ekspor.

“Ini jadi bukti kalau bidang pertanian sama sekali tidak pernah mengenal resesi dan inflasi,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.