Ekspor Kayu Olahan Jateng Mampu Saingi Produk Vietnam dan Myanmar

Petugas dari Balai Karantina Semarang dan Bea Cukai Tanjung Emas memeriksa dokumen dan fisik kayu olahan untuk ekspor di Depo Karantina Jalan Deli, Pelabuhan Tanjung Emas, Jumat (14/2/2020).

 

HALO SEMARANG – Ekspor dari Jawa Tengah berupa kayu olahan bisa menjadi salah satu produk andalan yang sekaligus mampu bersaing dengan negara Vietnam dan Myanmar, untuk merebut di pasar global. Sehingga persaingan tersebut harus didukung dengan akselerasi berupa pemeriksaan dokumen bersama antara Balai Karantina Pertanian dan Bea Cukai.

“Persaingan perdagangan terutama olahan kayu global sangat ketat. Tahun lalu Jateng harus bersaing dengan Vietnam, dan tahun ini Myanmar juga ikut dalam persaingan,” kata Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tanjung Emas Semarang, Anton Martin, saat giat pemeriksaan ekspor olahan kayu di Depo Karantina, Pelabuhan Tanjung Emas, Jumat (14/2/2020).

Pemeriksaan bersama ini, menurut Anton dilakukan berawal dari keluhan eksportir. Karena barang mereka dibongkar berulangkali untuk kepentingan pemeriksaan.

“Selama ini Karantina dan Bea Cukai melakukan pemeriksaan sendiri-sendiri, dan harus membongkar barang eksportir. Untuk itu terobosan bersama Karantina ini dilakukan, untuk memangkas waktu dan mendorong ekspor,” imbuhnya.

Adapun, nominal devisa negara yang ada dalam kontainer yang diperiksa, kata Anton, senilai Rp 700 juta. Pihak eksportir berencana mengirim 5 sampai 7 kontainer setiap pekannya. Sedangkan negara tujuan utama produk kayu Jateng adalah India dan Korea.

Sementara Heri widarta, Koordinator Pejabat Fungsional Karantina Tumbuhan, BKP Kelas I Semarang menambahkan, giat gabungan tersebut jadi pilot project di Indonesia.

“Pemeriksaan dilakukan di tempat yang sudah kami siapkan yaitu di Depo Karantina. Giat ini juga menjadi pilot project pertama, kami berharap joint Inspection ini bisa diterapkan seluruh pelabuhan di Indonesia,” imbuhnya.

Dela, pelaku eksportir mengatakan, dengan adanya pemeriksaan bersama ini sangat membantu eksportir dalam hal efektivitas waktu. Sehingga memudahkan eksportir untuk mengirimkan ke negara tujuan, yakni India.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.