Eksplore Pasar Karetan Boja Bersama Mahasiswa Ilmu Komunikasi Udinus

Tulisan kiriman Putri Dwi dari Universitas Dian Nuswantoro.

Suasana Pasar Karetan di Meteseh, Boja, Minggu (15/12/2019).

 

HALO SEMARANG – Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) mengadakan tour ke Pasar Karetan yang berlokasi di Meteseh, Boja, Minggu (15/12/2019). Kegiatan yang berlangsung pada pukul 08.00-10.30 ini dilakukan beberapa mahasiswa Ilmu Komunikasi Udinus, dengan berkeliling dan meng-explore Pasar Karetan hingga tuntas.

Kegiatan ini mengusung tema “Nguri Budaya Ing Tanah Boja Bareng Ilkom Udinus”, karena di Pasar Karetan masih menonjolkan budaya tradisional yang sangat kental.

Keunikan Pasar Karetan Boja ialah, sebuah tempat wisata di era modern yang masih eksis mempertahankan budaya tradisional. Hal inilah yang menjadi pembeda di antara pasar-pasar wisata yang lain.

Don Kardono, selaku owner dari Pasar Karetan menuturkan, bahwa berdirinya Pasar Karetan ini karena untuk menunjang pariwisata yang ada di daerah Boja dengan memperhatikan 4P (Product, Place, Price, Promotion).

“Pasar Karetan ini berdiri untuk meningkatkan perekonomian dari warga setempat dengan pengelolaan wisata berbasis alam dan menonjolkan nuansa tradisional. Berdirinya Pasar Karetan tentu tidak lepas dari Product, Place, Price, Promotion (4P-red), di mana kami benar-benar memperhatikan rumus itu supaya Pasar Karetan tetap eksis,” ujarnya.

Budaya tradisional di Pasar Karetan sudah terasa, karena ketika sampai para pengunjung akan disuguhkan dengan garupa-garpura dari bambu. Dan objek-objek foto di sana sangat bernuansa tradisional. Yang menjadi daya tarik pengunjung ialah festival kuliner di Pasar Karetan yang semua jajanannya adalah jajanan tempo dulu dan susah dicari di era milenial ini. Contohnya tiwul, cengkelek, dan sate diwul. Dan semua makanan tersaji menggunakan bahan dan kemasan tradisional.

Untuk seluruh transaksi yang ada di Pasar Karetan pun juga berbeda dengan yang lain, karena di sini uang rupiah tidak berlaku.

Melainkan harus menukarkan uang rupiah ke uang transaksi Pasar Karetan yang bernama girik. Giriknya pun juga terbuat dari bambu yang menambah aksen tradisionalnya.

Dea Lee selaku Leader Pengelola Pasar Karetan berkata, bahwa pengunjung tiap Minggunya sangat banyak dan selalu ramai. Terlebih jika ada event yang diadakan di Pasar Karetan.

“Di Pasar Karetan ini yang sudah 2 tahun berjalan dan pengunjung setiap Minggunya pasti ramai. Bahkan ada pengunjung dari luar kota yang menyempatkan waktunya untuk datang ke Pasar Karetan. Terlebih lagi ketika ada event pasti pengunjung semakin ramai yang datang,” tegas Dea Lee.

Kegiatan tour yang diadakan oleh Ilkom Udinus juga bertepatan dengan adanya “Festival Tari Sekar Tanjung”. Dengan adanya festival tarian ini menambah daya tarik pengunjung untuk datang ke Pasar Karetan dan menambah value dari kegiatan tour Ilkom Udinus.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.