Halo Semarang
Take a fresh look at your lifestyle.

Eks-Taman Wonderia Semarang yang Terbengkalai dan Ditawarkan Pemkot ke Investor, Pernah Dilirik Jadi Trans Studio

Eks-Taman Wonderia Semarang yang sempat jadi tempat wisata permainan yang familiar di masyarakat yang kondisinya kini mangkrak.

 

 

SELAIN Taman Margasatwa Mangkang atau dikenal Kebon Binatang (Bonbin) Mangkang Semarang, sebenarnya Kota Semarang pernah memiliki tempat wisata yang sempat jadi ikon, yakni Theme Park, atau Taman Bermain Wonderia.

Taman Bermain Wonderia pada masanya, yang pertama kali dibuka pada 2007 lalu, pernah menyedot perhatian masyarakat. Apalagi kala itu, taman permainan ini diresmikan langsung oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat baru dibuka, Wonderia sempat jadi salah satu jujugan pengunjung baik dari Kota Semarang, maupun yang berasal dari luar kota Semarang. Apalagi harga tiket masuknya cukup terjangkau dan wahana permainannya pun beragam pilihan.

Namun saat ini, Taman Wonderia Semarang yang berada di Jalan Sriwijaya, No 29, Semarang ini mangkrak
Taman yang dulunya hampir setiap hari, terutama hari Libur, selalu ramai dikunjungi masyarakat, kondisinya terbengkalai setelah ditinggalkan investor pengelola Wonderia beberapa tahun lalu.

Sebagai informasi, Taman Wonderia Semarang memiliki 16 wahana bermain, di antaranya Typhoon, Merry Go Round, Boom Boom Car, Coaster, Super Rally, Kiddy Boat, dan Space Gyro. Tak hanya itu, ada juga wahana memacu adrenalin orang dewasa seperti Rumah Hantu. Saat halosemarang.id mengunjungi Taman Wonderia, Senin (28/10/2019), kondisinya sepi.

Sebenarnya beberapa event musik pernah memakai halaman Taman Wonderia. Sehingga membuat kawasan sekitar menjadi hidup. Saat ini, bangunannya hanya nampak dari depan berupa loket untuk tiket masuk, pagar dan bagian gerbang yang sudah tak terawat. Selebihnya tertutup seng.

Dan di dalamnya, hampir semua tempat ditumbuhi semak belukar serta pepohonan tinggi. Di sela-selanya masih berdiri dengan kondisi lapuk dan keropos bekas-bekas wahana yang ditinggalkan begitu saja.

Saat masih beroperasi, di tempat wisata ini pada November 2007 sempat ditutup sementara karena adanya kecelakaan di salah satu wahana permainan helikopter. Sehingga menyebabkan belasan orang menjadi korban luka. Setelah itu dibuka kembali pada April 2008.

Adapun jam buka Taman Wonderia ini antara pukul 09.00-22.00. Waktu yang panjang untuk warga Semarang dalam menikmati sejenis tempat wisata yang tergolong baru pada saat itu. Namun beberapa waktu belakang, jam operasional mulai diperpendek karena pengunjung sudah mulai menurun. Harga tiket masuk, sebenarnya juga tak terlalu mahal, hanya Rp 5000/orang.

Salah satu penyebab menurunnya kunjungan karena tidak adanya peremajaan alat-alat baru, yang menjadi salah satu hal yang mengawali segala keterpurukannya. Kemudian, berdasarkan yang tercatat di Koran Tempo edaran 17 Februari 2017, Pemerintah Kota Semarang menutup tempat wisata yang selama ini dikelola oleh PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta (SMART) ini. Penyebabnya, tunggakan utang yang mencapai Rp 3,1 milliar.

Memang, taman bermain ini sempat direncanakan Pemkot Semarang akan dijadikan Trans Studio pada 2015 lalu, dan sebagai pusat kuliner. Namun rencananya ini tak berjalan mulus, karena berbagai permasalahan seperti mendapatkan penolakan dari warga hingga akan menggusur komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) untuk mengembangan Trans Studio tersebut.

Bahkan, meski sudah terjadi MoU atau kerja sama antara pihak Pemkot Semarang dan PT Trans Retail Property untuk dilakukan kajian lebih mendalam terkait pembangunan Trans Studio, semua rencana itu gagal. Pada tahun 2016, PT Trans Ritel Property membatalkan pembangunan Trans Studio di Semarang, dan lebih memilih Yogyakarta sebagai lokasi pembangunan.

PT Guci

Jauh sebelum jadi Wonderia, lokasi ini beserta sebagian kawasan di TBRS Semarang merupakan Taman Margasatwa atau Bonbin (Kebun Binatang) Semarang. Kebun Binatang Tegalwareng ini berdiri sejak 1954, dan terletak pada tempat yang sekarang menjadi kawasan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dan Wonderia yang berada di Jalan Sriwijaya, Semarang. Lalu pada tahun 1985, Bonbin Semarang direlokasi ke daerah Tinjomoyo.
Lokasi eks-Bonbin Tegalwareng Semarang, nama yang populer kala itu, tahun 1990an juga sempat akan dikembangkan oleh PT Guci.

Rencananya PT Guci juga akan mengembangkan wahana permainan di sana. Namun meski telah melakukan pemotongan beberapa pohon besar dan pemerataan lahan, rencana itu gagal. Dan sebagian lokasi Bonbin Tegalwareng kemudian dibangun Taman Budaya Raden Saleh.

Sementara, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi baru-baru ini menawarkan eks-Taman Wonderia, salah satu aset Pemkot Semarang untuk dikelola investor. Hal ini bertujuan untuk menghidupkan lagi potensi aset pemkot yang kini marak. Sayangnya, hingga kini belum ada investor yang melirik untuk pengembangan usaha di wilayah itu.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang