in

Ekonomi Melemah Akibat Pandemi, Pendapatan Kabupaten Tegal Turun

Rapat Koordinasi Pengendalian Operasional Pendapatan (POP) Triwulan III Tahun 2020, di Aula Bappenda Kabupaten Tegal. (Foto : Tegalkab.go.id)

 

HALO TEGAL – Pandemi Covid-19 memaksa Pemkab Tegal dan DPRD menurunkan target pendapatan daerah sebesar delapan persen. Penurunan ini karena pelemahan perekonomian dan berkurangnya transfer dari pusat ke daerah.

Semula target pendapatan daerah pada penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tegal tahun 2020, adalah sebesar Rp 2,87 triliun.

Tetapi pada perubahan APBD 2020, kemudian direvisi turun menjadi Rp 2,64 triliun. Dari revisi pendapatan tersebut, telah tercapai Rp 2,27 triliun atau 85,84 persen sampai dengan bulan Oktober 2020.

Keterangan tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Edi Budiyanto, seperti dirilis Tegalkab.go.id.

Menurutya penurunan pendapatan daeran tersebut, terjadi karena melemahnya aktivitas ekonomi dan pemangkasan anggaran transfer dari pusat ke daerah.

Lebih lanjut, Edi mengungkapkan jika dari target perubahan pendapatan yang sebesar Rp 2,27 triliun sudah terealisasi Rp 2,7 triliun atau 85,84 persen.

“Secara kinerja, target penerimaan pendapatan daerah kita pada triwulan yang sama sedikit lebih baik dari tahun 2019 lalu yang di angka 83,36 persen. Sementara proporsi pendapatan asli daerah (PAD) terhadap pendapatan daerah secara keseluruhan tidak ada perubahan signifikan pada perubahan APBD 2020 ini, masih di kisaran angka 15 persen,” ungkap Edi.

Dia pun mengapresiasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu pendapatan daerah yang telah mencapai target PAD-nya di triwulan tiga ini ataupun akan mencapai targetnya di akhir tahun 2020, terutama yang kontribusinya besar seperti RSUD dr. Soeselo Slawi yang membukukan PAD Rp 135,7 miliar atau 100,75 persen.

Disusul Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melalui pejabat pengelola keuangan daerah yang membukukan nilai PAD Rp 26,9 miliar atau 98,7 persen dan RSUD Suradadi dengan nilai PAD yang dibukukan Rp 18,8 miliar atau 81,6 persen.

Sementara untuk Badan Pengelola Pedapatan Daerah (Bappenda) dan Dinas Kesehatan, menurut Edi harus dipacu lagi karena masih di bawah 80 persen. Dari target Rp 125,2 miliar, Bappenda baru membukukan PAD Rp 99,4 miliar atau 79,4 persen dan Dinas Kesehatan baru membukukan Rp 61,6 miliar atau 75,22 persen dari target PAD-nya yang sebesar Rp 81,9 miliar.

OPD pengampu pendapatan besar lainnya yang diapresiasi Edi karena sudah mencapai targetnya tersebut antara lain Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Sedangkan untuk Dinas Perhubungan, Edi minta agar bisa bekerja ekstra karena baru mencapai 71,19 persen dari targetnya Rp 2,2 miliar.

“Bagi yang belum mencapai targetnya seperti Dinas Pekerjaan Umum, Kantor Kecamatan Slawi dan BPKAD segera lakukan upaya peningkatan realisasi pendapatannya di sisa waktu bulan November dan Desember ini. Lakukan terobosan untuk mengejar ketertinggalan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Tegal Harjono yang meminta OPD berlari cepat dengan strategi dan caranya masing-masing untuk mencapai target pendapatannya. “Gunakan waktu yang tersisa ini sebaik-baiknya untuk mencapai target yang sudah ditetapkan,” kata Harjono. (HS-08)

Share This

Pemkab Tegal Tambah Kapasitas Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Sistem Ujian Perangkat Desa 2020, Dinilai Lebih Baik Ketimbang Tahun Sebelumnya