Efektifkah Kampanye Paslon melalui Medsos? Ini Pendapat Pengamat Politik

Ilustrasi Pilkada Serentak 2020.

 

HALO SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengizinkan pasangan calon di Pilkada 2020 untuk berkampanye melalui media sosial (medsos). Kampanye melalui media sosial ini dibatasi selama 14 hari sebelum masa tenang.

Menanggapi hal tu, Pengamat Politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Joko Prihatmoko menilai, kampanye melalui media sosial menjadi solusi atas situasi di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, semua informasi, visi-misi dan program bisa disampaikan oleh pasangan calon melalui medsos, sehingga warga bisa memberikan tanggapan dan penilaian.

“Tapi masalahnya, KPU sebagai penyelenggara dan regulator, belum membuat aturan secara teknis. Info apa yg dipublikasi? Kapan waktunya? Bagaimana dialog dilakukan? Jangan buru-buru bilang sudah buat regulasi kalau yang dirujuk urusan normatif mengatur waktu dan akun calon yang harus didaftarkan,” ujarnya, kepada halosemarang.id, Kamis pagi (24/8/2020).

Joko J Prihatmoko menambahkan, sejumlah persoalan kampanye via medsos bakal dihadapi.

“Pertama, siapa yan bisa dan biasa akses medsos? Tidak semua pemilih. Masyarakat dengan ekonomi terbatas tidak bakal akses medsos,” tuturnya.

Persoalan kedua, lanjutnya, kampanye melalui medsos akan menimbulkan pro-kontra.

“Semua informasi bisa terpantau dan masuk big digital. Saling bully dan ledek pendukung sangat mungkin terjadi. Mau diterapkan UU ITE? Kalau ya, bui bisa penuh. Polisi ngurus kasus seperti itu tidak habis habis. Apakah KPU siap dengan pemilih yang dibui?,” paparnya.

Persoalan ketiga, lanjutnya, medsos itu memunculkan realitas hasil rekayasa. Karena segala informasi dan gambar merupakan hasil kerja tim.

“Lemahnya daya kritis dan literasi masyarakat, rakyat banyak dikibuli calon. Kampanye langsung itu berguna untuk menilai calon secara langsung, respon terjadi pada rakyat, spontanitas-nya dan lainnya. Maka fungsi itu hilang pada kampanye melalui medsos,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.